Waspada: Sensasi Tak Enak di Dada Bisa Jadi Gejala Kanker yang Sering Terabaikan

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Jakarta – Eksperta kesehatan menyiratkan bahwa gejala rasa terbakar di dada atau heartburn perlu diperhatikan karena kemungkinan bisa mengarah pada kanker. Hal ini tidak perlu diabaikan karena peningkatan risiko kanker esofagus terkait keterlambatan deteksi.

Data dari The Sun mengungkap bahwa sekitar empat dari sepuluh penagaian refluks asam tidak langsung berbahaya, tetapi masih menjadi indikasi dini. Bagi Action Against Heartburn, proporsi pasien yang diagnosed pada stadium 4 meningkat 46% sejak 2013. Stadium ini berarti kanker sudah menyebar ke organ lain.

Menguak statistik, lebih dari sepertiga pasien baru hanya mengetahui penyakitnya setelah terlambat. Setiap tahun, sekitar 9.200 orang terdiagnosis kanker esofagus, dengan 80% mengalami kematian dalam lima tahun.

“Kanker esofagus seringkali terlupakan karena diagnosis terlambat,” ujar Jill Clark, ketua organisasi. Faktor penyebab peningkatan kasus meliputi keterbatasan layanan kesehatan, gaya hidup tidak sehat, populasi yang tua, serta kurangnya kesadaran gejala.

Kanker ini berkembang di esofagus, saluran pencernaan setelah tenggorokan. Risiko meningkat jika seseorang sering minum alkohol, merokok, atau mengalami obesitas. Gejala umum meliputi rasa terbakar yang berkelanjutan, kesulitan menelan, muntah, atau penurunan berat badan.

Profesor Sheraz Markar dari Oxford menyoroti pentingnya konsultasi dini. “Pilihan pengobatan yang efektif hanya ada jika deteksi awal,” katanya. Pasien harus segera menghubungi dokter jika mengalami gejala tak teringat.

Pemuda dan masyarakat perlu lebih cermat dengan risiko kanker esofagus. Menerapkan gaya hidup sehat dan tidak menunda mengobati gejala akan membantu mencegah badai yang serius ini. Keterlambatan hanya memperparah konsekuensi, sehingga kesadaran dan aksi dini menjadi kunci.

Baca Berita dan Info Kesehatan lainnya di Seputar Kesehatan Page

Tinggalkan Balasan