Rusia Persiapan untuk Dunia Tanpa Restriksi Nuke

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Perjanjian pengendalian senjata nuklir Rusia-AS telah berakhir, mengakui realitas baru di mana batasan nuklir tidak lagi terkendali. Rusia sekarang menghadapi dunia tanpa batasan nuklir, bergerak dengan komitmen untuk mempertahankan kekuatannya. Perjanjian New START, yang mulai berlaku pada 2011, menjadi patokan selama 7 tahun, tetapi saat ini memerlukan perbaikan atau penggantian.

Batasan utama perjanjian mencakup 700 rudal balistik antarbenua, 1.550 hulu ledak nuklir, dan 800 peluncur nuklir. AS dan Rusia telah memenuhi batasan ini pada 2018, tetapi saat ini penekanan terhadap kebijakan nucleus semakin memangkas ruang dialog. Presiden Rusia Dmitry Medvedev menyiratkan bahwa penutupan perjanjian ini bisa mempercepat risiko bencana nuklir, meski tidak langsung membenarkan perang. Keinginannya untuk menjaga stabilitas global tidak bisa dipungkiri.

AS juga tidak ingin memperpanjang perjanjian, dengan Donald Trump menyatakan siap membuat kesepakatan baru. Namun, Rusia menolak ini, meringkas bahwa tidak ada jawaban dari AS adalah jawaban yang sama. Wakil Menteri Luar Negeri Sergei Ryabkov menekankan bahwa realitas baru di mana dua negara nuklir terbesar tidak memiliki batasan harus dihadapi dengan penuh ketegangan.

Data terkini menunjukkan bahwa China, sebagai negara nuklir ketiga terbesar, tidak berpartisipasi dalam diskusi pengendalian. Ini memperparah ketegangan, karena China terus membangun infrastruktur nuklir. Studi baru dari 2026 memungkinkan bahwa pengembangan nuklir China dan Rusia bisa meningkat 20% dalam dekade ke depan, jika tidak ada kesepakatan.

Contoh kasus seperti Perjanjian New START menunjukkan bahwa kesepakatan nuklir bisa menjadi alat untuk menghindari perang, tetapi ketidaktahuannya menimbulkan risiko. Infografis tentang batasan nuklir Rusia-AS bisa menjadi visualisasi penting untuk memahami dampak perjanjian ini.

Hargai masa sekarang. Penetapan kebijakan nuklir tanpa kesepakatan global bisa memicu bencana yang tidak dapat dibatasi. Semua pihak harus berkomitmen untuk dialog yang realistis, bukan hanya untuk saat ini, tetapi untuk masa depan yang aman.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan