Purbaya Kantongi Pendapatan Rp 172,7 T di Awal Tahun Dikurangi oleh Pajak

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan Purbaya, menyajikan data penerimaan negara untuk Januari 2026 sebesar Rp 172,7 triliun. Angka ini mencerminkan peningkatan 9,8% secara tahunan, sebesar 5,5% dari target APBN 2026. Penerimaan pajak menjadi pembenang utama dengan total Rp 116,2 triliun, naik 30,8% tahunan dan setara 4,9% APBN. Penerimaan non-pajak berkurang 19,7%, disebabkan dividen BUMN teralihkan ke BPI Danantara.

Pajak bruto naik 7%, sementara restitusi turun 23%, sehingga neto tetap positif. Penerimaan bea dan cukai turun 14%, dipengaruhi oleh impor tarif 0% dan harga CPO yang turun 13,5%. Keseluruhan, peningkatan penerimaan nasional mencerminkan kinerja fiskal yang stabil, meski beberapa sektor mengalami penurunan.

Pertumbuhan ini menunjukkan keberagaman sumber pendapatan negara. Meski pajak dan PNBP kontribusi signifikan, penurunan di sektor lain membuka pertanyaan tentang keandalan sumber pendapatan jangka panjang. Kebutuhan untuk diversifikasi sumber arus dana semakin mendesak agar stabilitas ekonomi tetap terjaga.

Penerimaan negara yang melampaui target tahunan menjadi indikator positif dalam pengelolaan keuangan nasional. Namun, penurunan di beberapa bidang mengingatkan pentingnya pemantauan detail untuk menghindari ketidakconsisten. Kinerja fiskal harus terus dipertimbangkan dengan strategi yang berkelanjutan, agar kemenangan ekonomi bisa dipertahankan tanpa mengandalkan satu sumber alone.

Data terbaru ini membuktikan bahwa kemandirian ekonomi memerlukan pendekatan holistik. Setiap peningkatan atau penurunan di sector tertentu harus dianalisis secara komprehensif. Dengan pendekatan yang lebih terarah, pemerintah bisa memastikan bahwa pendapatan nasional tetap menguntungkan bagi seluruh lapisan masyarakat.

Baca Berita dan Informasi Finance lainnya di Finance Page

Tinggalkan Balasan