Kota Tasikmalaya Tegaskan Sinkronisasi Kebijakan Pusat-Daerah Usai Rakornas 2026

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Kota Tasikmalaya mengadakwasi kebutuhan sinergi kebijakan pusat dan daerah setelah Hadirat Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah 2026 di Bogor. Acara ini digelar di SICC, dimana pejabat daerah seluruh Indonesia menyoroti pentingnya kerja sama lintas pemerintahan. Presiden RI Prabowo Subianto menekankan bahwa kolaborasi menjadi fondasi agar kebijakan tidak terpatah di dokumen, melainkan hidup dalam lapangan.

Wali Kota Tasikmalaya menyatakan bahwa Rakornas menjadi pengingat bahwa pemerintah daerah bukan hanya pelaksana, melainkan penerima kebijakan sesuai kebutuhan masyarakat. “Pemerintah pusat memberikan arah, pemerintah daerah memastikan kebijakan tersampaikan tepat, berbasis data, dan hasilnya bisa diukur,” ujarnya. Ia menekankan bahwa sinkronisasi harus didukung oleh tata kelola yang kuat, kualitas sumber daya manusia, dan penguatan ekonomi lokal. Tanpa ini, kebijakan nasional bisa menjadi laporan tanpa dampak nyata.

Kota Tasikmalaya siap menyelaraskan program nasional dengan potensi daerah, terutama di pelayanan publik dan pembangunan ekonomi. “Yang penting bukan kehadiran di Rakornas, tapi tindakan lanjutnya. Kebijakan harus diimplementasikan dengan kinerja terukur dan manfaat langsung bagi warga,” tegasnya. Hasil Rakornas akan menjadi rujukan dalam penyusunan langkah daerah agar tidak terjadi tumpang tindih program dan anggaran.

Data terbaru menunjukkan bahwa wilayah dengan koordinasi pusat-daerah yang optimal mengalami pertumbuhan ekonomi 15% lebih cepat tahun 2025. Studi dari BPK RI menunjukkan kebutuhan penguatan pengelolaan anggaran di level lokal untuk mendukung implementasi kebijakan nasional.

Sebuah proyek pengembangan infrastruktur di Tasikmalaya, seperti jalan tol baru, menjadi contoh implementasi sukses kebijakan nasional. Proyek ini tidak hanya memfasilitasi ekonomi lokal, tetapi juga memenuhi target nasional dalam pendekatan infrastruktur rakyat.

Kerjasama pusat-daerah bukan hanya tentang dokumentasi, melainkan tentang transformasi. Ketika kebijakanباء中心ally diterjemahkan menjadi tindakan nyata di level lokal, masyarakat akan merasakan perubahan nyata. Ini membutuhkan komitmen mutlak dari setiap pejabat untuk memastikan program nasional tidak menjadi cuma kalimat, melainkan solusi praktis untuk hidup warga.

Kita harus ingat bahwa kekuatan negara terletak pada kemampuan memajukan sinergi. Tanpa kerja sama yang efektif, kebijakan akan menjadi sekadar konsep. Namun, dengan dedikasi dan strategi yang tepat, Tasikmalaya bisa menjadi model dalam mengimplementasikan kebijakan nasional. Mari kita terus berkolaborasi, bukan hanya dalam rapat, melainkan dalam setiap langkah pengembangan.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan