Sebagai Menteri Keuangan, IHSG Otomatis Berkasih.

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Jakarta – Purbaya Yudhi Sadewa, menteri keuangan, mengekspresikan harapannya IHSG akan tetap dalam tren naik selama ia menjabat sebagai Bendahara Negara. Ia menegaskan, meski pasar mengalami kenaikan panik, harga saham akan cepat kembali ke keseimbangan seperti yang terjadi hari ini.

Meskipun IHSG turun mendadak ke tingkat 7.000-an karena rasa takut atas penilaian negatif dari MSCI, serta keluhan lima perusahaan besar dari BEI dan OJK, pasaran saat ini sudah menunjukkan tanda pemulihan. IHSG kini tertutup hijau di 8.122, menunjukkan pergerakan positif setelah tiba-tiba turun.

Purbaya mengakui risiko turunnya klasifikasi Indonesia dari Emerging Market ke Frontier Market oleh MSCI. Namun, ia menekankan bahwa kondisi ekonomi Indonesia sebenarnya masih kuat meski mengalami kemerosotan dua tahun terakhir. Fluktuasi ini disebabkan oleh keterangan ekonomi yang sulit, sehingga investor bersemangat.

“Saya akan berusaha mengubah arah perekonomian dengan fokus pada kebijakan transparan,” ujar Purbaya. Pemerintah sedang memperbaiki sistem pencatatan pasar dan meningkatkan kepastian regulasi. Hal ini diharapkan memengaruhi sentimen investor yang sebelumnya mengangsa.

Sebagai langkah pemulihan, Purbaya meminta investor untuk tetap berinvestasi di Indonesia. Ia berpendapat, kebijakan fiskal, moneter, dan sektor swasta sedang diperkuat, serta iklim investasi akan lebih menarik dalam satu tahun ke depan. “Jangan terlambat, pasar Indonesia sedang melalui perbaikan radikal,” katanya.

Data terbaru menunjukkan peningkatan inflasi investasi dari luar negeri sebesar 12% pada tiga bulan terakhir, terutama di sektor infrastruktur dan teknologi. Contoh kasus, perusahaan fintech lokal berhasil menarik fondasi dari investor global setelah kebijakan pajak digital diperkuat.

Purbaya juga menyoroti perbaikan sistem likuiditas, yang kini lebih stabil dibanding masa lalu. Transparansi penilaian emiten oleh OJK telah meningkat, sehingga risiko tumpukan buruhan berkurang.

Investor dialokasikan untuk memanfaatkan peluang ini. Sektor keuangan digital, pertanian modern, dan energi terbarukan menunjukkan potensi pertumbuhan signifikan. Purbaya menawarkan analisis bahwa Indonesia bisa menjadi pilihan top 10 investasi Asia dalam 5 tahun mendatang.

Dengan kombinasi kebijakan yang lebih jelas dan kondisi pasar yang mulai stabil, saat ini adalah waktu tepat untuk berusaha. Penderita ekonomi Indonesia perlu diingatkan bahwa pemulihan tidak hanya berisiko, tetapi juga peluang untuk berpartisipasi dalam proses pembangunan nasional.

Baca Berita dan Informasi Finance lainnya di Finance Page

Tinggalkan Balasan