RSUD Dewi Sartika di Tasikmalaya dihitung sebagai lembaga kesehatan yang berdiri sekitar dua tahun. Meski sudah beroperasi secara internal, fasilitas ini masih belum dapat menyediakan layanan untuk pasien yang dipungut oleh BPJS Kesehatan. Keterbatasan ini diatur oleh kebutuhan untuk memenuhi regulasi kerja sama yang tersesuaikan dengan standar terkini.
Ahli Wali Kota Tasikmalaya Bidang Kemasyarakatan, Uus Supangat, menjelaskan penyebab utama terletak pada proses kredensialing ulang yang harus dilakukan berdasarkan aturan baru. Proses ini melibatkan verifikasi fasilitas medis, peralatan, serta kualifikasi tenaga medis. “Beberapa aspek perlu diperbaiki, seperti peralatan dan ketersediaan tenaga kerja yang harus dioptimalkan untuk layanan pasien,” ujarnya.
Kebijakan kredensialing ulang ini memang sudah dijadwalkan, namun RSUD Dewi Sartika masih perlu memenuhi syarat teknis untuk terhubung secara resmi dengan sistem BPJS. Salah satu tantangan yang masih ada adalah pengadaan alat ventilator, yang menjadi syarat krusial dalam proses kerja sama. “Harganya cukup tinggi, tetapi manfaatnya bagi masyarakat sangat penting,” tegas Uus.
Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya diidentifikasi sebagai pihak yang memiliki peran krusial dalam memastikan proses ini berjalan lancar. Dana administrasi dan pengadaan peralatan harus diserahkan secara maksimal, karena RSUD Dewi Sartika saat ini belum memiliki status BLUD (Badan Layanan Umum Daerah).
Data terbaru menunjukkan bahwa banyak rumah sakit di Indonesia mengalami kesulitan dalam memenuhi persyaratan BPJS karena biaya pengadaan peralatan medis yang mahal. Studi menunjukkan bahwa 60% dari fasilitas kesehatan umum masih tidak siap bagi pelayanan BPJS karena keterbatasan anggaran dan procedur administrasi.
Solusi terbaik dalam hal ini adalah mempercepat proses regulasi dan meningkatkan kolaborasi antarlembaga. Jika proses kredensialing dan pengadaan peralatan dilaksanakan dengan cepat, RSUD Dewi Sartika bisa mulai layanan pasien BPJS dalam waktu singkat.
Masa depan layanan kesehatan publik sangat bergantung pada kemampuan pemerintah untuk menyelaraskan regulasi dengan realita operasional. Masukkan inovasi dalam pengelolaan anggaran dan prioritas pengadaan peralatan yang benar-benar memfokuskan pada kebutuhan masyarakat. Dengan pendekatan ini, rumah sakit seperti RSUD Dewi Sartika bisa menjadi model efisien dalam pelayanan kesehatan nasional.
Baca juga Berita lainnya di News Page

Saya adalah jurnalis di thecuy.com yang fokus menghadirkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi terpercaya seputar perkembangan dunia finansial, bisnis, teknologi, dan isu-isu terkini yang relevan bagi pembaca Indonesia.
Sebagai jurnalis, saya berkomitmen untuk:
Menyajikan berita yang akurasi dan faktanya terverifikasi.
Menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menjaga integritas jurnalistik.
Menghadirkan laporan mendalam yang memberi perspektif baru bagi pembaca.
Di thecuy.com, saya tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga berupaya menganalisis tren agar pembaca dapat memahami konteks di balik setiap peristiwa.
📌 Bidang Liputan Utama:
Berita Terbaru & ekonomi, keuangan.
Perkembangan teknologi dan inovasi digital.
Tren bisnis dan investasi.
Misi saya adalah membantu pembaca mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
📞 Kontak
Untuk kerja sama media atau wawancara, silakan hubungi melalui halaman Kontak thecuy.com atau email langsung ke admin@thecuy.com.