Kami mengalokasikan hampir tujuh jam untuk mencoba Sea of Remnants, proyek terbaru dari tim Joker Studio yang sebelumnya dikenal lewat Identity V. Dari pengalaman langsung bermain, game ini langsung terasa sebagai karya yang berbeda dari karya sebelumnya. Cerita, dunia virtual, hingga mekanisme gameplay punya arah baru, meski tetap menjembatankan gaya visual dan karakteristik tim pengembangnya.
Setelah menjelajahi dunia game selama lama, jelas terlihat bahwa Sea of Remnants menggabungkan humor absur dan nuansa romantis yang halus. Setiap pelayaran terasa penuh rasa penasaran dan antusias. Gimana detailnya? Mari kita lihat.
Game ini tidak melanjutkan nuansa gelap seperti Identity V. Istedahnya lebih ringan, tapi tetap menyimpan lapisan filosofi. Pelaian laut digambarkan seperti boneka, dengan ingatan mereka yang larut ke dalam cairan magenta. Kehilangan ini bukan penghalang, tapi menjadi dorongan untuk terus melangkah maju.
Tim pengembang menekankan, baja laut di Sea of Remnants hidup dengan prinsip menikmati momen saat ini. Mereka tidak terlalu memikirkan hal berat. Setiap pelayaran membentuk siklus: berlayar ke ujung laut, menemukan kebenaran, lalu kembali berlayar lagi. Struktur yang terus mengulang menciptakan romantisme unik, dengan kedalaman emosional yang tidak terlalu ketat.
Pirate City menjadi jantung utama game. Tim pengembang menciptakan sekitar empat ratus NPC baja laut dengan nama, cerita, dan rutinitas harian. Di sini, pemain bisa melihat interaksi alami, mendengar percakapan acak, dan menemukan kebiasaan kecil yang membuat setiap karakter terasa unik. Kota terasa seperti panggung teater boneka yang terus bergerak.
Sebaliknya, dunia lautan terasa sangat luas. Desainnya dimulai empat tahun lalu, dengan pulau yang terus diperbesar. Setiap wilayah memiliki alasan eksplorasi yang berbeda. Meski preview hanya mencakup sebagian peta, desain ekosi dan event yang muncul menunjukkan dunia yang matang, bukan sekadar ruang kosong.
Fokus game adalah ritme eksplorasi yang terasa pas. Pemain diberikan ruang untuk mengenal dunia secara perlahan. Di kota, bisa mencari harta karun, mengobrol dengan NPC, atau ikut minigame. Di pulau, bisa mengumpulkan sumber daya, melawan monster, atau menemukan event acak. Semuanya terasa seimbang, tidak terlalu sederhana tapi juga tidak melelahkan.
Minigame-nya menjadi kejut. Mulai dari mahjong, game ritme, balapan bir, sampai permainan kartu, semua dibuat dengan perhatian detail. Mahjong mengalir mulus dari lempar dadu, sedangkan tantangan balapan bir terdengar konyol tapi tetap seru. Semua opsional, bisa diulang kapan saja.
Pertarungan di darat menggunakan sistem turn-based berbasis kecepatan. Karakter punya serangan dasar, skill, dan ultimate. Seiring naik level, kedalaman sistem mulai terasa. Pemain bisa belajar Shanties yang membuka jalur class baru. Kebebasan membentuk tim terasa luas.
Mekanik dadu adalah sorotan utama. Setiap aksi menghasilkan poin peningkatan untuk melempar dadu. Saat musuh memiliki kelemahan, hasil lemparan bisa mengubah hasil pertarungan. Angka tinggi bisa memperkuat serangan atau memberi aksi tambahan.
Mechanik ini juga muncul di eksplorasi. Jika menyerang lebih dulu, lemparan dadu menentukan apakah pemain mendapat serangan pendahuluan. Jika angka pemain lebih tinggi, kelompok musuh terkesan sebelum pertarungan dimulai.
Pertarungan kapal juga menarik. Pemain harus mengendalikan arah kapal, menjaga jalur pelayaran, dan menembak meriam secara bersamaan. Tantangannya aktif dan memuaskan.
Dalam preview belum ada pertarungan besar, tapi tim pengembang menunjukkan konten lanjutan. Sebuah kapal kecil melawan monster raksasa, lengkap dengan ombak dan bayangan di bawah air. Sekilas saja cukup untuk menaikkan rasa penasaran.
Kustomisasi karakter juga disediakan. Pemain bisa memodifikasi kapal dan karakter dengan berbagai desain.
Berdasarkan pengalaman preview, Sea of Remnants adalah game yang patut diperhatikan. Dunia terasa hidup, aneh, dan penuh karakter. Eksplorasi nyaman, minigame mengejutkan, sistem pertarungan unik, dan tema cerita yang memadukan romantisme dengan siklus ingat dan lupa.
Jika kualitas di versi final tetap, Sea of Remnants berpotensi menjadi dunia yang ingin terus dikunjungi. Berlayar, menemukan sesuatu, melupakan, lalu kembali berlayar lagi, berulang tanpa terasa membosankan.
Game ini akan tersedia di Android, iOS, PS5, dan PC melalui Steam. Penuhi informasi lebih lanjut bisa dilihat di situs resmi DI SINI.
Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Thecuy.com.
Baca juga games lainnya di Info game terbaru

Owner Thecuy.com