Komisi VII DPR Minta Waste to Energy Diutamakan: Tumpukan Sampah Tinggi

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Jakarta – Saleh Partaonan Daulay, ketua komisi VII DPR, mengangkat kewaspadaan terhadap isu sampah di Bali yang telah menjadi perhatian nasional. Menurutnya, tumpukan limbah yang mengembara di wilayah tersebut telah meresahkan berbagai pihak, terutama pihak berwajib.

Saleh mengingat pengalaman langsung saat di Bali. Ia menyebut tumpukan sampah yang masih berdiri tinggi masih berusia lama. Hal ini membingkai kesadaran sejumlah pihak, termasuk pemerintah pusat. “Waktu saya di Bali, saya melihat sampah yang jumlahnya besar. Hal ini sudah berdampak pada lingkungan. Kami merasa pemerintahnya perlu lebih segera mengatasi masalah ini,” ujarnya.

Dia juga menyebutkan program pemerintah untuk mengolah sampah menjadi energi (waste to energy). Saleh meminta provinsi Bali menjadi salah satu area prioritas dalam penyelenggaraan ini. “Program ini membangun di 34 kota. Bali seharusnya menjadi salah satu provinsi yang ditargetkan karena potensinya,” tegasnya.

Menurut Saleh, solusi membatasi sampah memerlukan kerja sama entret kementerian pusat dan daerah. Ia meminta Kemenpar dan Pemprov Bali menghadapi isu ini secara terpadu. “Diskusi dan rencana bersama sangat penting. Saya percaya Prabowo Subianto akan mendukung ini. Di masa depan, lembaga seperti Kemenpar, Pemrov Bali, dan organisasi seperti Gerakan Indonesia Asri harus bersahabat,” ujarnya.

Jenis pengelolaan sampah seperti TPS3R, olahraga bank sampah, dan penggunaan larva (rumah maggot) juga perlu diperluas. “Sampah bukanlah hal yang diabaikan. Semakin cepat kita meriksa solusi, semakin baik kondisi lingkungan. Jangan biarkan masalah ini menjadi keterbatasan,” katanya.

Prabowo Subianto juga telah menyoroti masalah sampah di Bali. Sebelumnya, ia mengungkap bahwa kondisi lingkungan Bali mempengaruhi persepsi pariwisata. “Indonesia indah, tapi jika turis melihat sampah di pantai Bali, perasaan mereka bisa berubah. Kita harus memperbaiki ini,” ia kata di Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah tahun 2026.

Prabowo menegaskan bahwa sampah di pantai Bali masih menjadi tantangan. “Bagaimana jika turis ingin mengunjungi pantai Bali tapi melihat sampah melingkar? Ini perlu diatasi,” ujarnya sambil menunjukkan kondisi lingkungan diwilayah tersebut.

Komisi VII DPR akan memperhatikan pengembangan regulasi terkait sampah. Saleh menekankan kebersihan sebagai ciri utama bagi negara yang maju. “Negara yang bersih menjadi tempat yang nyaman. Jika kita ingin Indonesia maju, kebersihan harus menjadi prioritas,” ia meyakinkan.

Saat ini, pemerintah harus segera beraksi. Kesemuan Saleh dan Prabowo menunjukkan kesadaran bersama. Langkah-langkah segera diperlukan untuk mengatasi isu sampah di Bali. Langkah ini tidak hanya akan melindungi lingkungan, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup warga dan menarik pariwisata.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan