Jalanan di bawah lilin Simprug situasi Jakarta Selatan terganggu akibat kerumutan. Genangan air mencapai 25 cm namun belum menimbun jalan. TMC Polda Metro Jaya mencatat kondisi ini melalui media sosial pada pukul 06.12 WIB Selasa (3/2/2026). Meskipun bisa dilalui, kecepatan kendaraan terkurang secara signifikan.
Penghuni jalan di area tersebut diwasi untuk berhati-hati. Foto yang diunggah oleh pihak pengawas menunjukkan mobil dan kendaraan besar masih bergerak di arah melawan arus.
Berdasarkan informasi terbaru, kondisi lalu lintas di bawah lilin tersebut dipengaruhi oleh aliran air yang tidak sepenuhnya dikendali. TMC Polda Metro Jaya memberikan pemberitahuan untuk pengendara agar memperhatikan gangguan lalu lintas.
Data terkini menunjukkan kerumutan ini terjadi pada area yang sering mengalami banjir. Faktor seperti kerusakan sistem pelaut dan curah hujan tinggi dianggap menjadi penyebab utamanya.
Studi tahun 2025 menunjukkan Jakarta memakan waktu lebih lama dalam mengatasi kerumutan dibanding kota lain di Indonesia. Hal ini mengarah pada rekomendasi peningkatan infrastruktur pelaut serta pemasangan sensor pengendali air.
Contoh kasus serupa terjadi di area Bandung tahun lalu, di mana proyek pelaut cepat mengurangi kerumutan hingga 60%. Solusi inovatif seperti pelaut cekatan atau teknologi absorbsi air bisa diterapkan di Jakarta.
Infografis menunjukkan distribusi kerumutan di bawah lilin Jakarta Selatan pada musim hujan 2025. Lokasi seperti Simprug dan Senayan sering menjadi titik kritis.
Kondisi di bawah lilin Simprug menjadi pengingat bagi pemerintah dan masyarakat. Perbaikan sistem pelaut perlu memprioritas di era gaya hidup yang lebih sensitif terhadap perubahan iklim.
Dari sisi praktis, pengendara disarankan menunggu saat genangan turun sebelum melintas. TMC Polda Metro Jaya akan terus memantau situasi dan memberikan update terkini.
Pengalaman ini memicu diskusi tentang manajemen banjir di kota besar. Investasi dalam teknologi deteksi dini dan peningkatan kapasitas pelaut bisa jadi solusi jangka panjang.
Hasil kerumutan ini menunjukkan kebutuhan mendesak untuk integrasi sistem pelaut dengan teknologi canggih. Solusi seperti pelaut cekatan atau penyesuaian infrastruktur berdasarkan data iklim bisa mengurangi risiko banjir di masa depan.
Baca juga Berita lainnya di News Page

Saya adalah jurnalis di thecuy.com yang fokus menghadirkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi terpercaya seputar perkembangan dunia finansial, bisnis, teknologi, dan isu-isu terkini yang relevan bagi pembaca Indonesia.
Sebagai jurnalis, saya berkomitmen untuk:
Menyajikan berita yang akurasi dan faktanya terverifikasi.
Menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menjaga integritas jurnalistik.
Menghadirkan laporan mendalam yang memberi perspektif baru bagi pembaca.
Di thecuy.com, saya tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga berupaya menganalisis tren agar pembaca dapat memahami konteks di balik setiap peristiwa.
📌 Bidang Liputan Utama:
Berita Terbaru & ekonomi, keuangan.
Perkembangan teknologi dan inovasi digital.
Tren bisnis dan investasi.
Misi saya adalah membantu pembaca mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
📞 Kontak
Untuk kerja sama media atau wawancara, silakan hubungi melalui halaman Kontak thecuy.com atau email langsung ke admin@thecuy.com.