Anak SD di Ngada NTT Ditemukan Meninggal Gantung

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Siswa kelas IV di Kelas IV Sekolah Dasar (SD) di Kecamatan Jerebuu, Nusa Tenggara Timur (NTT), tercatat merawat diri di pohon cengkih di kebun neneknya pada Kamis (29/1/2026). Korban, yang berinisial YS, tidak beradanya saat penyelenggaraan evakuasi.

Lokasi kecemasan berada sekitar tiga meter dari pondok keluarga. YS sering tinggal bersama neneknya di tempat tersebut. Sehari-hari, saudara besarnya tinggal di desa tetangga.

Sebelum kejadian, YS kehadir di rumah orang tuanya. Malam sebelum peristiwa, YS kembali ke pondok setelah tidur di rumah tetangga. Nenek YS tidak di tempat ketika korban gagap. Nenek tersebut informasi korban gagap melalui warga di rumah tetangga.

Camat Jerebuu, Bernardus H. Tage, menjelaskan YS mengingin napas di rumah neneknya sebelum melepaskan diri. Korban ini terjadi ketika nenek YS sibuk memecahkan kemiri di rumah tetangga.

Artikel ini tidak bertujuan untuk mendorong tindakan serupa. Jika terdeteksi gejala depresi atau pikiran menyindikasi bunuh diri, segera konsultasikan dengan psikolog, psikiater, atau klinik kesehatan mental.

Data terkini menunjukkan peningkatan risiko kesehatan mental di kalangan anak-anak di NTT. Studi menunjukkan bahwa 60% dari kasus penipuan diri di wilayah litor Allah melibatkan remaja di usia belajar.

Contoh kasus serupa terjadi di provincia lain di tahun 2025, di mana remaja gagap diri karena stres akademik dan isolasi sosial.

Infografis tentang langkah mencegah penipuan diri bisa menjadi solusi praktis. Langkah seperti komunikasi terbuka, dukungan keluarga, dan akses jasa psikologis merupakan faktor kunci.

Tragedi ini mengingatkan kita untuk memperhatikan kondisi psikologis remaja. Komunitas dapat menyediakan ruang aman untuk berbagi perasaan. Intervensi dini adalah kunci mencegah kemerosotan mental.

Pemuda di NTT perlu diketahui bahwa bantuan tersedia. Jasa psikolog di sekolah atau pusat kesehatan lokal bisa menjadi solusi. Misi kerja bersama keluarga dan teman juga penting untuk mencegah situasi kritis.

Tidak ada yang terlalu kecil untuk mendukung seseorang yang mengalami kesulitan. Komunikasi yang jujur dan empati bisa menjadi langkah awal mencegah tragedi seperti ini. Setiap aksi kecil bisa memiliki dampak besar dalam memastikan keamanan mental.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan