3 Ambulans di Semarang Dibawa oleh DC Pinjol, Ternyata Just a Prank

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Viral Peristiwa Aksi Orderan Fiktif di Semarang
Semarang, Jawa Tengah—Aksi fiktif yang melibatkan tiga kendaraan ambulance dan satu mobil Lalamove menjadi viral setelah dilandasi postingan di media sosial. Pemeran dalam video tersebut dilaku dikaitkan dengan penindakan pinjol online, atau peminjam digital yang menipu pelanggan.

Video ini muncul di platform @informasi.semarang, menunjukkan mobil medis serta kendaraan layanan yang berjalan di jalan perumahan Kecamatan Semarang Barat. Akun tersebut menyampaikan bahwa peristiwa terjadi ketika seseorang menargetkan layanan ambulance dengan kehadiran data fiktif.

Administrator ambulance Antasena Aldy (25) mengonfirmasi fakta. Peristiwa terjadi sekitar pukul 13.00 WIB ketika ada panggilan dari individu bernama Adi Prasetya. Pemasaran mengajak pengantaran pasien dari Jalan Puspowarno ke Rumah Sakit Columbia Asia, menggunakan informasi lengkap seperti nama pemilik rumah dan alamat yang dikirim lewat WhatsApp.

Namun, saat alat darat berangkat, tidak ada pasien yang diminta. Penutup pengantaran ultimate muncul di lokasi tujuan, mengaku tidak pernah mengajukan layanan tersebut. Bahkan, rumah tersebut juga pernah ditabrak mobil Lalamove sehari sebelumnya.

Peristiwa ini mengajak pengetahuan masyarakat terhadap risiko penipuan digital. Seperti yang terjadi, penipuan via pinjol atau layanan virtual dapat memanipulasi data untuk tujuan penipuan. Bertindak cepat terhadap informasi yang tidak terpercaya, terutama terkait keuangan atau layanan kritis, menjadi kesenangan.

Penipuan fiktif seperti ini tidak hanya mengakui risiko finansial, tetapi juga mengganggu layanan penting. Kolaborasi antara pihak layanan, pemerintah, dan platform digital diperlukan untuk mencegah kemanipulasi informasi. Semua pihak wajib memprioritaskan keamanan data serta verifikasi ke legitimasi permintaan layanan.

Dengan semakin berkembangnya teknologi, risiko penipuan digital juga semakin terenda. Keinginan untuk menjadi pelanggan atau pelayanan yang aman harus selalu dilengkapi oleh kesadaran terhadap hal-hal yang mengandung tanda curiga. Jangan mudah menurunkan kepercayaan hanya karena kehadiran teknologi yang praktis, tetapi selalu verifikasi sebelum bertindak.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan