Operasi Keselamatan Lodaya di Tasikmalaya Dimulai untuk Menghadapi Target Travel Gelap dan Knalpot Brong

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Tasikmalaya kembali menghadapi dua ancaman utama: travel gelap dan penggunaan knalpot brong. Keduanya menjadi fokus Operasi Keselamatan Lodaya 2026 yang dimulai pada 2 Februari 2026 dan berlama 14 hari. Operasi ini diinisiasi melalui Acara Gelar Pasukan di Mapolres Tasikmalaya, bertujuan menjaga kesiapan lalu lintas sebelum puncak arus pada Idul Fitri 2026.

Sebanyak 2.606 personnel dari Polda Jabar dan Polres jajaran terlibat. Komplok Wahyu M Putra, Wakapolres Tasikmalaya, menjelaskan tujuan operasi adalah menjaga kelancaran lalu lintas, menurunkan pelanggaran, dan mengurangi kecelakaan. “Kerja sama antara polri dan pemerintah sangat krusial,” kata dia, menyoroti pentingnya koordinasi dalam menghadapi peningkatan mobilitas masyarakat.

Data tahun sebelumnya menunjukkan penurunan signifikan. Keselamatan lalu lintas pada Operasi 2024 catat 159 kejadian, turun 52% dibandingkan 333 kejadian tahun sebelumnya. Korban meninggal juga berkurang 59%, sedangkan kerugian materi turun 39%. Fokus tahun 2026 menempatkan 40% pada penindakan preemptif, 40% preventif, dan 20% represif. 95% penanganan dilakukan melalui ETLE portable, sementara 5% melalui intervensi manual.

Penandaan utama adalah penumpang yang menggunakan knalpot brong. Operasi ini menggabungkan teknologi digital dan surveilasi fisik. Riki Kustiawan, AKP Polres Tasikmalaya, menekankan bahwa keamanan kamselitibcarlantas memerlukan kerja sama antarparti. Kolaborasi antarpenghaltaman menjadi kunci menahan ancaman yang semakin dinamis.

Tren positif dari data tahun lalu menjadi dasar strategi. Turunnya jumlah kecelakaan dan korban menunjukkan efektivitas pendekatan yang digunakan. Namun, tantangan baru berkaitan dengan peningkatan mobilitas masyarakat mendesak. Teknologi seperti ETLE portable membantu memantau pelanggaran secara real-time, tetapi kehadiran perwira tetap penting untuk kasus kritis.

Penerapan pendekatan multifakta menjadi solusi yang berkesinambungan. Kombinasi teknologi, pelatihan, dan daya tarik politik menjadi elemen yang perlu diperkuat. Pelanggaran yang tidak ditindak akan memicu gangguan keselamatan jalan.

Operasi ini tidak hanya melindungi korban, tetapi juga menjaga kehidupan sehari-hari masyarakat. Kesiapan infrastruktur dan kesadaran masyarakat menjadi faktor yang menentukan sukses. Penghargaan terhadap perwira yang berperan akan menjadi motivasi untuk menjaga ketatannya.

Kesanaman jalanan menjadi prioritas yang tidak boleh ditunda. Semua pihak harus berpartisipasi untuk menciptakan lingkungan kamselitibcarlantas yang lebih aman. Keterlibatan komunitas, baik melalui komitmen individu maupun dukungan pemerintah, menjadi kunci dalam mencegah ancaman yang semakin rumit.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan