Ternyata Suami Bertengkar dengan Istri Hingga Asam Lambung Akibat Kecelakaan yang Dikira

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Jakarta – Polisi di Ciputat Timur melakukan pengujian terkait adanya kecelakaan lalu lintas di Kertamukti. Hasilnya meskipun bukan kecelakaan fisik, tetapi konflik interpersonal antara suami dan istri yang merusak.

Ketika pukul 18.15 WIB Sabtu (31/1/2026), satuan polsek Ciputat Timur menerima laporan terjadi kecelakaan di lingkungan Pisangan. Namun, setelah ditinjau lebih lanjut, ketentuan ketimpangan itu ternyata berasal dari perenggan di antara pasangan tersebut.

“Ketimpangan itu terjadi di saat mereka melintas jalan, lalu begadang secara keras,” maksudnya. Polisi tersebut langsung mengindahkan lokasi peristiwa, kemudian melakukan pengawasan di situ.

Ketimpangan itu tak hanya menghambat mobil, tetapi menimbulkan efek fisik yang tak terduga. Suami yang terlibat dalam konflik itu mengalami gejala asam lambung. Akibatnya, pasien dibawa ke RSUD di Tangsel untuk perawatan lanjutan.

Kepala polsek Ciputat Timur, Kompol Askar Sodiq, menjelaskan bahwa peristiwa ini bukan kecelakaan biasa. “Ketimpangan kecil itu bisa menghasilkan dampak yang tidak diharapkan, seperti gejala kesehatan yang muncul cepat,” ujarnya.

Data terkini menunjukkan bahwa konflik interpersonal di jalan umum mulai semakin sering terjadi di beberapa wilayah. Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk tetap menjaga kebijaksanaan saat berinteraksi di ruang publik.

Pertengkaran kecil bisa mengubah suasana sehari-hari menjadi berisiko. Seperti yang terjadi di Ciputat Timur, solusi yang efektif tidak hanya menghindari konflik, tetapi juga memahami dampaknya bagi kesehatan. Masalah fisik sering muncul sebagai akibat emosi yang tidak sehat, dalam hal ini sesetengah pasangan mungkin lebih baik menutup masalah dengan cara yang lebih damai.

Konflik yang tidak sejahtera tidak hanya merusak hubungan, tetapi juga menciptakan ancaman bagi diri sendiri. Di era digital yang semakin terhubung, penting untuk tetap menghargai nilai komunikasi yang sehat. Seperti yang terjadi di Tangerang Selatan,periwisata, atau kemasyarakatan, solusi lebih baik selalu dimulai dari pemahaman dan toleransi. Pastikan konflik tidak menjadi penyebab masalah yang lebih berat, baik secara emosional maupun fisik.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan