Sekolah Swasta di Kota Tasikmalaya Terancam Puasa Anggaran, Bantuan Provinsi Jawa Barat di 2026 Rp0

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Tasikmalaya, Thecuy.com — Dunia pendidikan swasta di Jawa Barat menghadapi perubahan signifikan tahun depan. Bantuan dari pemerintah provinsi untuk sekolah swasta pada tahun anggaran 2026 tidak akan diberikan, sebaris Rp0. Informasi ini dibongkar oleh Maulana Yusuf, Anggota DPRD Jawa Barat Komisi V, melalui media sosialnya setelah rapat dengan Dinas Pendidikan.

Sejak dulu, bantuan ini dikenal sebagai BOS Provinsi atau DPMU, yang awalnya bertujuan mengisi kekurangan bantuan pusat. Namun, terang Maulana, program ini akan diganti dengan beasiswa personal atau operasional sekolah. Faktanya, untuk tahun 2026, bantuan langsung dari provinsi dihapus sepenuhnya.

Maulana mengklaim penyusupan dana ini terkait dengan potongan anggaran dari pemerintah pusat dan arus pengeluaran provinsi. Ia menekankan bahwa masalah ini tidak seharusnya mengarahkan ketentuan terhadap pendidikan. “Tunggakan anggaran harus dikurangi dari proyek fisik, bukan dari bantuan pendidikan,” ujarnya. Meskipun dijanjikan kembali dalam APBD 2026, Maulana berd readonly pada realisasi.

Kondisi ini memicu kekhawatiran dari pejabat sekolah swasta. kepala SMP PUI Cicurug, Deden Tazdad Hubban, memandang penghentian BPMU akan mempengaruhi penghasilan guru non-ASN. “Sekolah swasta akan kembali meminta SPP dari orang tua karena bursa gratis tidak tersedia,” menilainya. Dampak ini bisa meningkatkan jumlah siswa yang berbayar.

Banyak orang tua sebelumnya meng gratekan biaya sekolah karena adanya BPMU. Sekarang, beban finansial akan kembali pada keluarga. Maulana berharap pemerintah akan mengembangkan kebijakan alternatif untuk mendampingkan pendidikan swasta di Jawa Barat.

Tingkah laku ini menegaskan kebutuhan solusi baru untuk menjaga kualitas pendidikan swasta. Kabar ini mengingatkan bahwa perubahan anggaran harus diatur dengan bijak agar tidak merusak sektor pendidikan. Pengelolaan dana oleh pemerintah memerlukan pengetahuan lebih dalam untuk memastikan keberlanjutan pembelajaran di luar sekolah nasional.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan