Gunakan ‘Whip Pink’ untuk Mabuk Instan: Efek 3 yang Dikenal di Tubuh

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Whip Pink: Dampak Berbahaya pada Tubuh yang Sering Dikurangi

Jakartaโ€”Banyak media sosial sedang membicarakan tentang kerusakan terburuk yang disebabkan oleh penyalahgunaan gas nitrous oxide (N2O), yang sering disebut ‘whip pink’. Ahli kesehatan Dicky Budiman, yang dulu menjadi konsultan untuk Organisasi Batasan Kebijakan Narkoba (UNODC) Asia Pasifik, memberikan pemberitaan serius tentang risiko yang terkait pemakaian N2O untuk sensasi mabuk instan.

N2O secara hukum digunakan di bidang medis dan pengolahan makanan. Namun, masalah muncul ketika gas ini dihirup tanpa pengawasan, baik di fasilitas profesional maupun di lingkungan tidak aman. “Legalitas penggunaan tidak berarti aman jika dilakukan tanpa kontrol,” menyampaikan Dicky pada Thecuy.com.

Berdasarkan analisis Dicky, ada empat mekanisme utama yang menjadikan N2O berbahaya. Pertama, N2O menggantikan oksigen di paru-paru, memicu kekurangan oksigen bagi otak dan jantung. Dampaknya bisa sangat cepat: pingsan mendadak, kesan langu, hingga kematian mendadak. Akhirnya, kondisi ini bisa terjadi pada individu muda dan sehat.

Ketiga, N2O mengganggu sinyal listrik jantung, memicu gangguan ritme jantung yang berbahaya. Hal ini menjelaskan kenapa ada kasus kematian yang terjadi secara tiba-tiba tanpa gejala yang panjang. Kedua, gas ini bisa merusak selubung saraf karena tidak aktifkan vitamin B12. Akibatnya, pengguna sering merasa kesemutan, lemah, atau gangguan gerak. Kerusakan saraf yang terjadi mungkin permanen dan muncul beberapa hari atau minggu setelah penggunaan.

Dibaca juga, risiko tambahan seperti cedera jatuh, pusing, atau radang paru akut terjadi jika N2O dihirup langsung dari tabung. Pengguna berulang atau dengan dosis besar menghadapi risiko kematian. Penyalahgunaan N2O sering mengabaikan karena disediakan dalam bentuk produk rumah tangga yang mudah diakses, tak terdeteksi oleh tes narkoba biasa, dan tak memiliki bau kuat.

Data terbaru menunjukkan bahwa risiko kerusakan saraf akibat N2O bisa merusak fungsi otak seumur hidup. Meski efek ‘enak’ hanya berkelanjutan beberapa detik, dampaknya jangka panjang tidak bisa diabaikan. Dicky meminta semua masyarakat, terutama anak muda, untuk konsultasi ke dokter jika pernah menggunakan N2O. Meski legal, pemberantasan penyalaan narkoba harus tetap diwujudkan.

Pemahaman dan penegakan hukum harus sejalan dengan penegakan kesehatan. Hanyalah melalui kesadaran yang luas dan dukungan profesional yang sejahtera, risiko berbahaya dari ‘whip pink’ bisa diatasi.

Baca Berita dan Info Kesehatan lainnya di Seputar Kesehatan Page

Tinggalkan Balasan