Wamensos Agus Jabo Mengajukan Pembangunan Program Sekolah Rakyat

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Jakarta – Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono meminta persatuan Wartawan Indonesia (PWI) untuk menyebarkan informasi tentang program Sekolah Rakyat, inisiatif presiden untuk mendukung keluarga miskin. hingga sekarang, 166 sekolah rakyat sementara telah menampung 15.594 siswa. Secara sederhana, 104 sekolah rakyat permanen juga dimulai pembangunannya tahun ini. Program ini tidak hanya memberikan pendidikan gratis, tetapi juga membantu keluarga memutus hubungan kesulitan ekonomi.

Dalam keterangan tertulis, Agus menjelaskan bahwa pemerataan informasi ini harus dilakukan oleh PWI kepada rakyat Indonesia. Presiden sedang membangun Sekolah Rakyat permanen untuk memutuskan kemiskinan. Saat ini, 104 sekolah sudah dibangun, dan target tahun ini ditargetkan 200 titik.

Seperti saat di retret PWI Tahun 2026 di Bogor, Agus merayakan ini sebagai bagian dari kejujuran Indonesia Emas 2045. Target mendatang adalah 500 sekolah rakyat permanen, setiap satu bisa menampung 1.000 siswa. Agus menekankan bahwa ini bukan hanya untuk pendidikan, tapi juga untuk menciptakan perubahan sosial.

Sekolah Rakyat permanen dibangun di lahan pemerintah daerah dengan luas minimal 6,8 hektar. Agus menjelaskan, beberapa lokasi memiliki luas lebih besar, tapi minimal harus mencakup kelas, asrama, dapur, dan fasilitas lain.

Tujuan sekolah ini adalah menghasilkan siswa yang cerdas, berkarakter, dan memiliki keterampilan. Pertama, siswa diajarkan menjadi orang yang pintar, meski berasal dari keluarga miskin. Kedua, melalui konsep asrama, mereka dilatih menjadi individu yang disiplin, bertanggung jawab, dan memiliki jiwa kebangsaan. Ketiga, siswa harus memiliki keterampilan praktis untuk berburu di masa depan.

Agus mengajak PWI untuk membantu menyebarkan program ini. Presiden selalu meminta agar program-prioritas bisa diakses cepat oleh masyarakat. “Kita harus ikut bantu mempromosikan ini agar rakyat bisa merasakan manfaatnya,” kata Agus.

Pembangunan Sekolah Rakyat permanen terus meningkat. Pada awal ini target 104 titik, tetapi kini sudah dipertambah. Agus mengungkapkan bahwa ini bukan hanya tentang bangunan, tapi juga tentang menciptakan kesempatan bagi anak-anak miskin.

Sekolah ini menekankan pendidikan karakter sebagai dasar utama.Neben ilmu pengetahuan, siswa di ajarkan untuk memiliki pikiran positif dan nilai-nilai kuat. Hal ini diharapkan dapat menciptakan generasi yang mampu bersaing di dunia global.

Agus kembali mengajak persatuan PWI untuk menjadi jangkauan informasi program ini. Keberhasilan dari inisiatif ini tergantung pada partisipasi rakyat. “Semua program presiden harus diakses cepat, jadi kita harus menjadi pelopornya,” menyimpulkannya.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan