Trump Berita: Iran Minta Kesepakatan, Jika Tidak Menjadi, Lihat Dampaknya

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Washington – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan bahwa Iran sedang mempertimbangkan kesepakatan untuk menghindari tindakan militer. Ia menekankan flotas militer AS di dekat Iran jauh lebih luas ketimbang yang digunakan untuk mengungkap pemimpin Venezuela, Nicolas Maduro.

“Kita memiliki kekuatan militer yang luas, dari armada besar hingga penanganan tertentu, yang sedang dirancang untuk menuju Iran, bahkan lebih besar daripada yang kita miliki di Venezuela,” kata Trump dalam percakapan dengan media, seperti dilansir AFP, Sabtu (31/1/2026).

“Semoga kesepakatan bisa ditemukan. Jika tidak, kita akan melihat reaksi yang terjadi,” tambahnya.

Tanya apakah Iran telah diberikan tenggat waktu untuk menyelesaikan kesepakatan terkait program nuklir, teknologi balistik, atau isu lainnya, Trump menjawab “ya, kita sudah,” meski ia menambahkan bahwa hanya pihak yang memiliki informasi pasti yang bisa mengetahui batasnya.

Namun, Trump mengutip bahwa keputusan Iran untuk menghentikan eksekusi para demonstran—seperti tindakan keras yang menewaskan lebih dari 6.000 orang, sesuai laporan kelompok hak asasi manusia—adalah bukti bahwa Teheran siap mematuhi kesepakatan.

“Ia memang ingin mencapai kesepakatan,” ucap Trump.

Trump menolak untuk membicarakan apakah operasi militer di Venezuela akan diulangi jika Iran tidak mencapai kesepakatan. “Saya tidak akan membicarakan detail operasi militer saya,” ujarnya.

Dampak kebijakan ini akan memengaruhi dinamika hubungan AS dan Iran dalam masa depan. Keputusan Trump sekarang menentukan apakah secara diplomasi atau militaris menjadi fokus, dengan dampak yang bisa sangat lingkaran. Semakin cepat persentasi keduanya berkomunikasi, semakin besar peluang untuk menghindari konflik yang tidak terkendali.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan