Target Lifting untuk Genjot, Bahlil Bertemu Bos Perusahaan Migas

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Jakarta – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, bertemu dengan tokoh-tokoh Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) hulu migas di forum presiden tahun 2026. Diskusi ini bertujuan memastikan kerja sama tetap lancar untuk meningkatkan hasil produksi minyak dan gas bumi. Bahlil menekankan peran KKKS sebagai eksekutor utama, sementara pemerintah fungsi sebagai pengatur yang harus segenap dengan tokoh lapangan untuk mencapai target lifting.

Kinerja KKKS di 2025 sudah dianggap berhasil dengan lifting minyak bumi mencapai 605.300 barel per hari. Bahlil mengakui kontribusi KKKS, menjelaskan bahwa kerja kerasnya menjadi landasan untuk memenuhi target pemerintah. “Kami menyampaikan terima kasih pada semua pihak yang berpartisipasi, karena tanpa dedikasi mereka, target ini tidak bisa dicapai,” kata Bahlil.

Presiden Indonesia Petroleum Association (IPA), Kathy Wu, mengingatkan pemerintah untuk tetap konsisten dalam regulasi. Konsistensi ini dianggap penting agar proyek operasi bisa berjalan lancar tanpa kesengsaran. “Regulasi yang stabil adalah kunci agar kita bisa fokus pada pengembangan,” kata Kathy.

Wade Floyd, Presiden ExxonMobil Indonesia, juga menyatakan terima kasih atas dukungan pemerintah. murmura bahwa proses perizinan seharusnya lebih cepat agar produksi bisa meningkat lebih cepat. “Kami harap kerja sama lebih efektif untuk mempercepat proses regulasi,” ujarnya.

Bahlil menutup dialog dengan harap kerja sama yang lebih tajam antara pemerintah dan KKKS. Tujuannya adalah meningkatkan lifting migas di tahun 2026 dan mendukung pembangunan energi nasional. “Kita berharap kolaborasi ini bisa menjadi model untuk tujuan energi di masa mendatang,” tegas Bahlil.

Kebijakan pemerintah harus tetap stabil dan efisien agar proyek hulu migas bisa berkembang tanpa beban administrasi. Proses perizinan perlu dipercepat, terutama yang melibatkan berbagai lembaga. Kinerja KKKS harus tetap dioptimalkan dengan teknologi terbaru dan strategi pengelolaan sumber daya.

Ekspor minyak dan gas bumi menjadi sumber pendapatan utama, jadi peningkatan lifting sangat penting. KKKS sebagai partner utama harus terus inovatif dalam meningkatkan efisiensi produksi. Banyak faktor yang mempengaruhi hasil, seperti kondisi geologi dan teknologi pengupasan.

Kolaborasi yang baik antara pemerintah dan industri hulu migas sangat perlu diperkuat. Kementerian ESDM harus tetap mendampingi KKKS dengan regulasi yang fleksibel namun mematuhi ketentuan. Selain itu, investasi dalam infrastruktur dan penelitian juga diharapkan untuk mendukung pencapaian target.

Peningkatan lifting migas tidak hanya menguntungkan ekonomi, tetapi juga mendukung keamanan energy nasional. Indonesia harus terus menjadi produsen energi utama di Asia Tenggara. Kita harus memanfaatkan potensi hulu migas yang masih banyak, terutama di daerah seperti Kalimantan dan Papua.

Kesuksesan di tahun 2025 menjadi referensi untuk masa depan. KKKS harus terus dilestarikan dengan dukungan pemerintah yang maksimal. Jika target lifting bisa diwujudkan, ini akan menjadi pencapaian besar bagi sektor energi Indonesia. Kita harus tetap fokus pada kolaborasi yang transparan dan berkelanjutan.

Baca Berita dan Informasi Finance lainnya di Finance Page

Tinggalkan Balasan