Studi MPP Investasi Tambang di Pohuwato, Banyuwangi: Analisis PT BSI

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Pemerintah Provinsi Gorontalo mengajukan kunjungan penelitian ke Banyuwangi, Jawa Timur, pada 28-30 Januari 2026. Tujuan kunjungan ini adalah untuk mempelajari strategi pelayanan publik yang efisien serta cara optimasi investasi di daerah tersebut. Penyelenggaraannya digelar Wakil Bupati Pohuwato, Iwan Sjafruddin Adam, bersama tim pejabat daerah seperti Asisten Administrasi Pembangunan Mahyudin Ahmad, Kepala Bappeda Rustam Meleng, dan ketua dari several division.

Agenda kunjungan diwujud dalam tiga hari. Hari pertama melibatkan salam ramah dengan pemkab Banyuwangi, lanjut dengan penelitian pelayanan kependudukan di Kantor Kecamatan Banyuwangi. Selanjutnya, fokus pada Mall Pelayanan Publik (MPP) Banyuwangi, yang merupakan model nasional dalam menyederhanakan proses perizinan dan dokumen lintas instansi. Mahyudin Ahmad, Asisten Administrasi Pembangunan, menekankan keberhasilan MPP dalam menyatukan layanan dalam satu lokasi, sehingga menjadi referensi bagi pemkab Pohuwato.

Kunjungan juga mencakup observasi sektor pertambangan. Pada hari ketiga, tim mengunjungi PT Bumi Suksesindo di Kecamatan Pesanggaran untuk mempelajari program CSR di Tambang Emas Tujuh Bukit. Selain itu, mereka mengikuti Mine Tour di area operasi tambang dan mengunjungi Rumah Pintar PT BSI di Dusun Silirbaru. Aktivitas ini bertujuan memahami sinergi perusahaan dengan masyarakat serta dampak investasi bagi komunitas.

Kebijakan Banyuwangi dikembangkan oleh PT Merdeka Copper Gold Tbk., yang juga mengelola tambang di Pohuwato. Mahyudin menyatakan bahwa keduanya memiliki potensi untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan kesejahteraan masyarakat. Tujuan utama adalah memastikan investasi tidak hanya menghasilkan keuntungan ekonomi, tetapi juga mendorong penyerapan tenaga lokal dan pengembangan infrastruktur.

Pemkab Pohuwato berharap dapat mengadopsi model kolaboratif yang digunakan di Banyuwangi. Model ini menyatukan pemerintahan, masyarakat, dan swasta untuk mempercepat pembangunan. Contohnya, integrasi layanan publik melalui MPP atau kerja sama CSR yang mendorong pengembangan ekonomi lokal.

Inilah kesempatan untuk daerah lain mempelajari praktik Banyuwangi. Fokus pada transparansi, efisiensi, dan sinergi antara pihak berwenang dan masyarakat dapat menjadi kunci memaksimalkan investasi. Dengan mengikuti pendekatan ini, Pohuwato dapat meningkatkan kualitas pelayanan publik serta menarik lebih banyak investor, baik dari dalam maupun luar negeri.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan