Pria Coba Melakukan 100 Push-up dan 50 Pull-up Setiap Hari. Begini Hasilnya

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Di Jakarta, seorang pria memulai tantangan fisik yang sangat menantang. Ia belajar 50 kali pull-up dan 100 kali push-up setiap hari selama 30 hari berturut-turut.

YouTuber Scott Luu memutuskan melakukan aktivitas ini setelah merasa tubuhnya kurang olet dan bentuk tubuh tidak memuaskan. Tujuannya adalah membuktikan apakah rencana latihan intens ini bisa membantu tubuh menjadi lebih olet.

Meski jumlah gerakan tersebut bisa membuat perut beberapa orang merasa lemas, Luu menyusun rutin secara bertahap, bukan melakukan semua sekaligus.

“Selama saya berhasil melakukan total 50 pull-up dan 100 push-up dengan teknik yang benar sebelum tidur, itu sudah menjadi hari sukses,” ujar Luu, seperti di Unilad.

Pertama, Luu melakukan uji kemampuan utamanya. Saat itu, ia hanya bisa melakukan 8 pull-up dan 28 push-up dalam satu sesi sebelum kelelahan.

Rencana awalnya adalah membagi latihan menjadi lima sesi dalam 3-4 jam. Namun, rencana tidak selalu lancar.

Tubuhnya ternyata belum siap menangani tekanan fisik yang besar.

“Setelah dua hari, pada hari ketiga saya terpaksa istirahat karena tubuh saya tidak mampu menampung itu,” ujarnya.

Kesalahan itu membuatnya berkonsentrasi pada empat hari latihan dalam seminggu untuk pemulihan. Namun, setelah tubuhnya mulai sehat, ia kembali melanjutkan tantangan 30 hari tanpa hari libur.

Di hari ke-12, tubuhnya menunjukkan tanda-tanda protest. Luu merasa sakit saat menggenggam palang pull-up.

“Saya mengalami perdarahan kecil di tangan kanan, di bawah kapalan, mungkin karena menggenggam palang terlalu ketat,” tambahkannya.

Tidak hanya tangan, ia juga merasa nyeri di lengan bawah, dada, hingga punggung. Bahkan, ada momen di mana ia harus mencuri waktu untuk melakukan gerakan pada pukul 03.30 pagi.

“Ajaibnya, tubuhku mulai beradaptasi dan aku merasakan nyeri lebih sedikit,” tutur Luu.

Sampai akhir tantangan, Luu menyadari perubahan terbesar bukan pada ototnya, melainkan pada pikirannya.

“Terkadang kita perlu melampaui batas yang kita rasa bisa kita lakukan, sehingga bisa mengeluarkan potensi yang sudah ada,” tambahkannya.

Latihan keras ini telah menyinkronkan kekuatan pikiran dengan kemampuan fisiknya. Hal ini menanamkan kepercayaan diri yang tidak tergoyahkan, meski tantangan masih sulit.

Setiap tantangan fisik adalah peluang untuk belajar lebih dalam tentang batas dan potensi tubuh serta pikiran. Meski sulit, setiap langkah kecil bisa menjadi dasar untuk menjadi lebih kuat.

Baca Berita dan Info Kesehatan lainnya di Seputar Kesehatan Page

Tinggalkan Balasan