Permintaan Meningkat, Harga Patokan Ekspor Emas & Tembaga Naik

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Badan Pemerintah mengatur Harga Patokan Ekspor (HPE) konsentrat tembaga (Cu ≥ 15%) naik ke US$ 6.422,91 per Wet Metrik Ton (WMT) untuk masa awal Februari 2026. Nilai ini bertambah 4,73% dibandingkan HPE periode sebelumnya Januari 2026 yang sebesar US$ 6.133,11 per WMT. Perubahan ini terjadi karena permintaan industri global terhadap tembaga yang semakin tinggi, terutama dari sektor energi terbarukan, kendaraan listrik, serta peralatan elektronik.

HPE juga meningkat untuk komoditas lain seperti Emas dan Perak. HPE Emas naik menjadi US$ 148.818,84 per kilogram pada periode pertama Februari 2026, sedangkan HR Emas mencapai US$ 4.628,79 per troy ounce. Penghitungan HPE dan HR ini ditetapkan melalui Keputusan Menteri Perdagangan Nomor 68 Tahun 2026, yang berlaku dalam periode 1–14 Februari 2026.

Faktor lain yang memengaruhi HPE adalah ketidakpastian pasokan tembaga akibat gangguan produksi di tambang besar di luar negeri. Harga mineral penyusun tembaga, termasuk perak, juga mengalami peningkatan signifikan hingga 17,99% dalam periode pengumpulan data.

Penggunaan data teknis dari LME (Lima Logam Exchange) untuk tembaga, LBMA (London Bullion Market Association) untuk Emas dan Perak menjadi dasar pengujian HPE. Proses ini dilakukan melalui kerja sama antara beberapa kementerian, termasuk Kementerian Energi, Kementerian Keuangan, dan Kementerian Perindustrian.

Tingkat permintaan global tetapObserver karena perubahan ekspektasi suku bunga dan kebijakan moneter negara maju. Demikian juga, permintaan fisik Emas dari industri perhiasan dan manufaktur tambahan menjadi faktor penambah.

Peningkatan HPE ini memang menantang bagi pelaku perdagangan. Namun, ia juga memberikan kesempatan untuk menjawabkan tren permintaan global yang semakin dinamis. Penerimaan perubahan ini memerlukan strategi yang fleksibel agar tetap kompetitif di pasar global.

Baca Berita dan Informasi Finance lainnya di Finance Page

Tinggalkan Balasan