Muzani Memberikan Dana NU untuk Indonesia, Berbagi kepada Bangsa

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Ahmad Muzani, Kepala MPR RI, mengakui peran penting Nahdlatul Ulama (NU) dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Ia menyatakan bahwa bangsa Indonesia berwenang pada NU karena kontribusinya yang besar sejak sebelum kemerdekaan sampai kini.

Di puncak perayaan ke-100 tahun PBNU di Istora Senayan, Jakarta, Muzani mengingatkan bahwa NU mulai berjuang sejak Indonesia masih dalam kondisi lemah. Organisasi seperti Ansor (tahun 1934) dan Banser (tahun 1936) dibentuk NU untuk memperkuat kekuatan melawan penjajah. “Ketika Japan dan Belanda kembali menyerang, generasi muda NU, para santri, serta rakyat Surabaya bersatu mengusir kolonialisme itu,” ujar Muzani.

Perjuangan NU tidak berakhir di masa tersebut. Saat ancaman komunisme muncul di Madiun, NU kembali berintervensi. Para kiai dan santri NU, meski sering menjadi korban, terus menyelamatkan negara dari ancaman ideologi yang merusak. Muzani mengungkapkan doa-doa yang dilakukan oleh mereka—istighosah, zikir, dan salawatan—adalah upaya untuk melindungi bangsa. “Dengan demikian, bangsa ini tetap kuat dan bersatu hingga kini karena keberlanjutan perjuangan NU,” katanya.

Muzani juga meminta NU terus berkontribusi terhadap kemajuan Indonesia. “Tugas NU tidak berakhir setelah kemerdekaan. Mereka harus mengisi kemerdekaan dengan menjaga keutuhan bangsa, menjaga persatuan, dan menjaga kebersamaan di tengah keberagaman suku, budaya, dan agama,” ia menyajikan.

Studi Kasus: NU dalam Peran Modern
NU saat ini tidak hanya fokus pada aspek agama, tetapi juga dalam pendidikan, kesehatan, dan penguatan sosial. Misalnya, proyek pendidikan NU di desa marginal seperti pembentukan sekolah islamik atau program bimbel gratis telah menjadi contoh inisiatif sosial yang mendukung keberlanjutan bangsa.

Penutup: Karya NU Merupakan Fondasi yang Harus Dipertahankan
Peran NU dalam membentuk identitas bangsa Indonesia merupakan fondasi yang tak perlu diragukan. Seperti fondasi gedung, tanpa NU, Indonesia mungkin tidak bisa berdiri dalam sejarah. Meskipun zaman berubah, nilai-nilai NU—comoedian, persatuan, dan keberanian bertahan—harus terus diperjuangkan. Tantangan modern seperti globalisasi atau perselisihan ideologi membutuhkan dukungan aktif dari masyarakat. Jika bangsa ingin tetap berkelanjutan, kesadaran akan peran NU harus dipelajari dan dipraktikkan oleh semua lapisan masyarakat. Jangan hanya mengingat perjuangan masa lalu, tetapi juga mendukung inisiatif NU yang relevan hari ini.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan