Cekatnya Inggris dan China Makin Kuat, Mengganggu Trump

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Hubungan Inggris dan China semakin ketat, memicu kritik dari Presiden AS Donald Trump. Kearanggaan interaksi kedua negara ini terjadi saat Perdana Menteri Inggris Keir Starmer mengunjungi Beijing, di mana ia berdiskusi langsung dengan Presiden China Xi Jinping. Trump menyampaikan kekhawatirannya bahwa kolaborasi Inggris dengan China bisa berbahaya, terutama dalam konteks politik global yang tidak dapat diprediksi.

Kunjungan Starmer ini menjadi langkah strategis mengikuti tren perdan Barat yang berusaha mendekati Beijing. Saat bertemu Xi, Starmer menandatangani perjanjian kerja sama, termasuk perjudian bola laga dari pertandingan Arsenal vs Manchester United. Meski Starmer penggemar Arsenal, Xi dikenal sebagai pendukung Manchester United, simbolis kesenangan diplomasi melalui sport. Hadiah ini bertujuan menyegarkan hubungan yang sudah kental namun kompleks antara kedua negara.

Sejak 2015, hubungan Inggris-China mengalami krisis politik, namun simbolik bola laga menunjukkan kesan persahabatan yang tetap hidup. Sejarahnya mencantumkan kunjungan Xi ke Inggris di mana Premier Cameron membawa tumpukan ke lokasi latihan Manchester City. Di negara lain, seperti Argentina dan Jerman,Xi juga menerima hadiah sepak bola, memicu tren “diplomasi bola” untuk memperkuat kerja sama.

Xi Jinping sendiri sangat tertarik pada sepak bola, mendorong visi China untuk menjadi master di bidang olahraga. Meskipun kesulitan teknis tim China, minat kepemimpinan ini memberikan peluang bagi bangunan olahraga global. Contohnya, di Inggris, Xi menerima jersey personal dari tim Aston Villa karena keterkaitan mereka dengan sepak bola.

Ini menunjukkan bahwa sport bisa menjadi jembatan di politik yang rentan. Meski Trump kritis, simbolisme bola laga dari Starmer mengingatkan bahwa hubungan Inggris-China masih bisa diperkaya melalui cara unik. Tren ini juga mencerminkan semangat diplomasi yang beradaptasi dengan zaman, meski ada tantangan di balik.

Pemimpin dunia semakin menggunakan sport sebagai media komunikasi. Di tengah ketegangan geopolitik, simbolisme bola laga menjadi alat kreatif untuk menawarkan pesan perdamaian. Meskipun tidak selalu efektif, ini membuka ruang untuk dialog yang lebih dalam.

Bagaimana diplomasi dapat meningkatkan kooperasi di tengah perubahan politik global? Istilah “jembatan bola” mungkin tidak selalu berarti solusi penuh, tapi menunjukkan cara inovatif untuk memicu percakapan. Di masa kini, semacam itu bisa menjadi inspirasi untuk mencari tahu poin temu yang lebih realistis.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan