Apple membeli perusahaan AI yang melacak wajah dari Israel sebesar Rp 33,5 Triliun

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Apple mengeksploitasi perusahaan AI Israel yang spesialisasi membaca gerakan wajah. Startup bernama Q.ai diperkirakan dihargai sebesar USD 2 miliar, sekitar Rp 33,5 triliun. Teknologinya mempelajari gerakan otot wajah saat berbicara, dengan potensi digunakan di AirPods atau FaceTime di masa depan.

Aviad Maizels, salah satu pendiri Q.ai, sebelumnya bekerja di Apple dan berkontribusi pada Face ID. Setelah kembali berdiri sendiri, perusahaan ini ditandatangani oleh eksekutif Apple. Teknologi ini juga bisa diterapkan di proyek headset pintar atau kacamata pintar.

Kontroversi muncul ketika Q.ai dianggap mengundang Israel dalam konflik Gaza, merajalela dengan kontribusi militer. Laporan menyebut 30% karyawan perusahaan mungkin didatangkan untuk militer IDF setelah serangan Hamas.

Inovasi ini menunjukkan kemajuan AI dalam pemahaman non-verbal, tetapi juga memicu perdebatan tentang etika teknologi. Masa depan mungkin membuka ketimpangan antara kemajuan digital dan tanggung jawab sosial, mengajak manusia memikul dampak global solusi teknologis.

Baca juga Info Gadget lainnya di Info Gadget terbaru

Tinggalkan Balasan