Jakarta – Polisi menyatakan bahwa tawuran antarpelajar di Kebon Jeruk, Jakarta Barat, yang menyakiti remaja berinisial BMA (16 tahun), tergantung pada peran alumni yang terlibat. Yudistira, Pembimbing Kemasyarakatan Madya Balai Pemasyarakatan Kelas 1 Jakarta Barat, mengungkapkan bahwa alumni memainkan peran signifikan dalam memicu peristiwa ini, terutama melalui manajemen akun media sosial yang terus dilaksanakan secara turun-temurun dari generasi sebelumnya.
Penelitian menunjukkan bahwa tawuran dimulai dari pertarungan di platform medsos, di mana akun @zentrum (dikendalikan oleh BMA) menantang grup lain yang dikelola oleh @yakudika28 (MHI). Yudistira memperingatkan bahwa akun-akun tersebut telah dipinjam atau dikendalikan secara generasi ke depan, sehingga penting bagi sekolah untuk memantau aktivitas media sosial siswa. Ia menyarankan korban akun berbahaya segera melaporkan aktivitas aneh kepada pihak sekolah atau otoritas terkait.
Polres Metro Jakarta Barat mengamankan 10 pelaku tawuran,Majority dari mereka adalah anak berhadapan dengan hukum. Tiga unit sepeda motor, sepuluh senjata tajam, dan berbagai peralatan lainnya disangkap. Pelaku dirujuk atas Pasal 262 ayat 4 KUHP, Pasal 466 ayat 3 KUHP UU 2023, serta Pasal 307 ayat 1 dan Pasal 472 huruf b KUHP. Proses penyidikan dilakukan dengan dukungan keluarga korban, Dinas PPAPP DKI Jakarta, serta Pos Bantuan Hukum.
Sebelum tawuran terjadi, akun medsos @zentrum (BMA) dan @yakudika28 (MHI) telah berdampak langsung pada 20 Januari, ketika tantangan pertama kali muncul. Twedi, Kapolda Metro Jakarta Barat, mengaku tawuran terdeteksi pada Rabu (21/1) setelah konflik medsos tadi.
Pendirinya, peristiwa ini menjadi pengingat risiko kekacauan yang bisa muncul dari manipulasi medsos. Yudistira menekankan bahwa sekolah harus lebih aktif dalam memantau akun siswa, sementara Twedi mengajak masyarakat untuk berkepuasan jika melihat aktivitas berbahaya.
Tidak ada solusi magis untuk menghilangkan potensi kekacauan di medsos. Masyarakat harus tetap waspada terhadap akun-akun yang memicu konflik, terutama di kalangan remaja. Keaktifan sekolah dalam memantau digital dan komunikasi keluarga kunci untuk mencegah kecelakaan seperti ini.
Akibat tawuran, remaja BMA mengalami cedera fatal. Kasus ini menegaskan bahwa media sosial bukan hanya alat komunikasi, tetapi juga penguat kekacauan jika tidak dikendalikan. Keinginan kita adalah memahami risiko ini dan merumuskan solusi praktis sebelum konflik lainnya terjadi. Semua orang berpartisipasi dalam menjaga keamanan digital bisa menjadi langkah awal yang efektif.
Baca juga Berita lainnya di News Page

Saya adalah jurnalis di thecuy.com yang fokus menghadirkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi terpercaya seputar perkembangan dunia finansial, bisnis, teknologi, dan isu-isu terkini yang relevan bagi pembaca Indonesia.
Sebagai jurnalis, saya berkomitmen untuk:
Menyajikan berita yang akurasi dan faktanya terverifikasi.
Menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menjaga integritas jurnalistik.
Menghadirkan laporan mendalam yang memberi perspektif baru bagi pembaca.
Di thecuy.com, saya tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga berupaya menganalisis tren agar pembaca dapat memahami konteks di balik setiap peristiwa.
📌 Bidang Liputan Utama:
Berita Terbaru & ekonomi, keuangan.
Perkembangan teknologi dan inovasi digital.
Tren bisnis dan investasi.
Misi saya adalah membantu pembaca mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
📞 Kontak
Untuk kerja sama media atau wawancara, silakan hubungi melalui halaman Kontak thecuy.com atau email langsung ke admin@thecuy.com.