Di Jakarta, Bareskrim Polri sedang menelusuri aspek pidana terkait praktik saham gorengan yang memicu turunnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam dua hari terakhir. Kehadiran polisi diperlukan untuk melindungi investor di pasar modal, seperti kata analis pasar nafan Aji Gusta dari Mirae Asset Sekuritas.
Nafan menggarisbawahi bahwa melibatkan aparat kepolisian menjadi langkah perlindungan terhadap investor. Ia juga mendukung investigasi lanjutan terkait indikasi saham gorengan yang terkait dengan sanksi MSCI. “Segala bentuk ketidakadilan di pasar harus dihadapi oleh Bareskrim Polri, dan kami mendukung tindakan ini,” ujarnya kepada Thecuy.com, Jumat (30/1/2026).
Saat IHSG turun, segala kategori modal mengalami penurunan besar. Hal ini disebabkan oleh kebijakan MSCI yang membatasi rebalancing emiten dan meminta transparansi lebih lanjut terkait free float saham Indonesia.
“Kebijakan MSCI ini mempengaruhi pasar, terutama sektor saham. Namun, dengan Bareskrim Polri segera berintervensi, hukum tertingkatkan, dan investor terlindungi,” menjelaskan nafan.
Hendra Wardana, pendiri Stocknow.id, mengungkapkan praktik goreng saham sering memanfaatkan celah pengawasan melalui media sosial. Jika ini terbukti terstruktur, keterlibatan Bareskrim Polri akan membantu menelusuri manipulasi pasar yang melampaui pelanggaran administrasi.
“Penegakan hukum yang kuat memberi kesan jera dan menegaskan pasar tidak bebas aturan,” katanya.
Bareskrim Polri mengakui akan menyelidiki aspek pidana terkait saham gorengan. Penyelidikan dilakukan sejalan dengan beberapa kasus aksi goreng saham yang sedang diproses.
Sebagai contoh, Bareskrim sedang menyelidiki Direktur PT Multi Makmur Lemindo, Junaedi, dan eksekutif PT BEI terkait perbuatan serupa. “Penyidikan kami masih berlangsung, dan kami akan terus mematikan tindakan ilegal,” kata Ade Safri Simanjuntak dari Dittipideksus Bareskrim.
Praktik ini memerlukan regulasi yang jelas, pengawasan konsisten, dan penegakan hukum yang tegas. Hal ini akan memperkuat kepercayaan investor.
Tindakan Bareskrim Polri menunjukkan bahwa pasar modal harus dirawat dengan ketatapan. Semua pihak, termasuk regulator dan investor, harus berkolaborasi untuk mencegah manipulasi. Transparansi menjadi kunci untuk menjaga keamanan pasar.
Jika praktik ini terbukti terstruktur, penindakan hukum menjadi wajib. Ini akan menjadi pengingat bahwa pasar bukan ruang bebas, melainkan sistem yang harus diatur.
Semua pihak harus tetap peduli terhadap etika pasar. Melindungi investor bukan hanya tanggung jawab pelepasan, melainkan kesadaran bersama untuk menjaga keadilan.
Baca Berita dan Informasi Finance lainnya di Finance Page

Saya adalah jurnalis di thecuy.com yang fokus menghadirkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi terpercaya seputar perkembangan dunia finansial, bisnis, teknologi, dan isu-isu terkini yang relevan bagi pembaca Indonesia.
Sebagai jurnalis, saya berkomitmen untuk:
Menyajikan berita yang akurasi dan faktanya terverifikasi.
Menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menjaga integritas jurnalistik.
Menghadirkan laporan mendalam yang memberi perspektif baru bagi pembaca.
Di thecuy.com, saya tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga berupaya menganalisis tren agar pembaca dapat memahami konteks di balik setiap peristiwa.
📌 Bidang Liputan Utama:
Berita Terbaru & ekonomi, keuangan.
Perkembangan teknologi dan inovasi digital.
Tren bisnis dan investasi.
Misi saya adalah membantu pembaca mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
📞 Kontak
Untuk kerja sama media atau wawancara, silakan hubungi melalui halaman Kontak thecuy.com atau email langsung ke admin@thecuy.com.