29 RT Jakarta Masih Terendam Banjir, Daftarnya Di Sini

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Jakarta – BPBD DKI Jakarta mengungkapkan bahwa banjir masih menyebar di 29 RT di wilayah Jakarta. Data ini dikumpulkan hingga pukul 04.00 WIB hari ini, dengan titik banjir paling banyak tercatat di Jakarta Timur.

BPBD menyatakan ada 1 RT banjir di Jakarta Selatan, yang mencakup Kelurahan Pejaten Timur. Ketinggian banjir mencapai 20 cm, dipicu oleh curah hujan tinggi dan aliran air yang meluas dari Kali Ciliwung. Di Jakarta Timur, total 22 RT tergenang banjir. Kelurahan Bidara Cina dan Kampung Melayu menjadi area terkena, dengan ketinggian banjir antara 20 hingga 50 cm. Penyebab identik, yaitu cuaca yang sangat hujan dan permukaan tanah yang tidak mampu menyerap air.

Jakarta Utara juga mengalami banjir di 6 RT. Kelurahan Kapuk Muara dan Marunda terlibat, dengan ketinggian mencapai 25 hingga 45 cm. Aliran air dari Kali Angke dan Nagrak serta cuaca yang berkurangan menjadi faktor utama. BPBD juga mencatat banyak keluarga yang mengungsi karena rumah mereka kebanjiran. Di Bidara Cina, lokasi pengungsian mencakup Aula Masjid Al Abror, SKKT, GOR Otista, dan SDN 05. Di Kampung Melayu, pengungsian terfokus di sekolah dan masjid, sementara di Marunda hanya satu lokasi yang tercatat.

Banjir di Jakarta terus menjadi tantangan, terutama di wilayah Timur yang sering menjadi pusat banjir. Aliran air yang tidak teratur dari beberapa sungai dan curah hujan yang berlebihan menjadi penyebab utama. Warga yang tinggal di area berisiko diperhatikan untuk mempersiapkan modal emergensi. Kita perlu memperkuat infrastruktur pengendalian banjir dan meningkatkan konsulasi sosial agar masyarakat lebih siap menghadapirisis.

Setiap banjir mengingatkan kita bahwa perubahan iklim mempengaruhi kehidupan kita. Solusi jangka panjang seperti pemasangan sistem pengendalian air yang efektif dan pembangunan rumah yang tahan banjir menjadi keharusan. Mari kita berani berbagi informasi tentang risiko banjir di sekitar kita, agar bisa berlangen dan melindungi sesama.
Jakarta – Data banjir di Jakarta masih mendalam, dengan 29 RT yang tergenang. BPBD DKI Jakarta mengungkapkan jumlah ini dalam laporan terupdate hingga jam 04.00 WIB. Wilayah Jakarta Timur menjadi pusat banjir dengan 22 RT terkena, sementara Jakarta Selatan dan Utara juga memiliki RP yang terkena banjir.

Penyebab utama adalah curah hujan yang sangat tinggi dan aliran air yang meluas dari sungai seperti Ciliwung, Angke, dan Nagrak. Di Jakarta Selatan, Kelurahan Pejaten Timur mengalami banjir dengan kedalaman 20 cm. Di Jakarta Timur, Kelurahan Bidara Cina dan Kampung Melayu terlibat, dengan ketinggian banjir mencapai 20 hingga 50 cm. Kelurahan Marunda di Jakarta Utara juga terpengaruh dengan banjir 25 hingga 45 cm.

BPBD juga mencatat banyak keluarga yang mengungsi karena rumah mereka kebanjiran. Di Bidara Cina, lokasi pengungsian mencakup Aula Masjid Al Abror, SKKT, GOR Otista, dan SDN 05. Di Kampung Melayu, sekolah dan masjid menjadi area yang terpengaruh. Di Marunda, hanya satu lokasi yang tercatat.

Banjir ini tidak hanya mengganggu aktivitas sehari-hari, tetapi juga menawarkan peluang untuk merefleksi solusi jangka panjang. Perbaikan infrastruktur pengendalian banjir, seperti pembangunan saluran irigasi atau sistem pengendalian aliran air, menjadi keharusan. Selain itu, pembangunan rumah dengan konsep terpadu dengan lingkungan juga perlu diperhatikan.

Kita juga perlu meningkatkan kesadaran masyarakat tentang risiko banjir. Informasi tentang area berisiko dan cara melindungi diri harus disebarkan lebih cepat. Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan lembaga kesehatan menjadi kunci untuk menghadapi banjir di masa depan.

Setiap banjir menjadi ujian bagi kemajuan kota. Jika kita bisa belajar dari pengalaman ini, mungkin kita bisa beradaptasi dengan perubahan iklim. Mari kita jadi lebih cerdas dalam berani menghadapi Banjir.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan