Presiden AS Donald Trump mengingatkan Iran bahwa saatnya sudah hampir habis untuk menghindari tindakan militer dari negara tersebut. Namun, Iran tidak mengeluh akan membalikan gangguan dengan penuh ketegangan. Dilansir AFP, Trump menekankan bahwa serangan mendadak terhadap Iran mungkin terjadi, meskipun ia tetap menegaskan tidak pernah mengabaikan kemungkinan tersebut. Krisis ini diarahkan oleh kekerasan perang 12 hari terakhir antara Iran dan Israel, yang didukung AS. Trump meminta Iran untuk “datang ke meja perundingan” dengan kesepakatan yang adil dan bebas dari teknologi nuklir, menyoroti kecepatan yang diperlukan untuk mencegah konflik lebih parah.
Iran menegaskan bahwa tidak ada permintaan untuk dialog dengan AS, meskipun Trump beberapa kali mengklaim Teheran telah menghubungi Washington. Abbas Araghchi, Menlu Iran, menyatakan tidak ada kontak dengan utusan khusus Trump untuk Timur Tengah dalam beberapa hari terakhir. Ia menekankan bahwa program nuklir Iran hanya fokus pada penelitian energi sipil, bukan pengembangan senjata. Namun, Ayatollah Khamenei mengkritik serangan AS, menyatakan setiap tindakan militer dari Amerika akan dianggap sebagai awal perang, dengan respons yang langsung dan tak terlambat.
Latihan militer Iran di Selat Hormuz, yang merupakan jalur strategis, menggambarkan ketegangan yang semakin tinggi. Otoritas Iran memutuskan NOTAM untuk ruang udara di sekitar Selat Hormuz, menyatakan zona berbahaya selama latihan militer berlangsung. Aktivitas ini bertepatan dengan latihan serupa yang dilakukan Angkatan Udara AS. Latihan ini mencakup tembakan langsung di area melingkar dengan radius lima mil, mencerminkan siapness Iran untuk menghadapi ancaman militer AS.
Kombinasi percetakan Trump, penegasan Iran, dan latihan militer menunjukkan bahwa krisis ini tidak akan mengurangi ketegangan. Meski Trump meminta dialog, Iran tetap menegaskan siapnya untuk melawan. Ketergantungan teknologi nuklir Iran dan reaksi AS terhadap perang Israel-Iran menjadi faktor krusial. Jika persetujuan tidak ditemukan, risiko terhadap keamanan regional dan global meningkat.
Peristiwa ini mengingatkan bahwa dialog dan kesadaran mutlak terhadap dampak perang adalah kunci. Tidak ada solusi mudah, tetapi keputusan yang diambil sekarang akan menentukan masa depan hubungan AS dan Iran. Semua pihak harus berusaha memahami bahwa konflik akan membawa kekacauan yang tidak dapat dikembalikan. Pertemuan yang segera dan realistis mungkin menjadi jalan keluar, bukan hanya untuk menghindari perang, tetapi juga untuk membangun kerukunan jangka panjang.
Baca juga Berita lainnya di News Page

Saya adalah jurnalis di thecuy.com yang fokus menghadirkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi terpercaya seputar perkembangan dunia finansial, bisnis, teknologi, dan isu-isu terkini yang relevan bagi pembaca Indonesia.
Sebagai jurnalis, saya berkomitmen untuk:
Menyajikan berita yang akurasi dan faktanya terverifikasi.
Menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menjaga integritas jurnalistik.
Menghadirkan laporan mendalam yang memberi perspektif baru bagi pembaca.
Di thecuy.com, saya tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga berupaya menganalisis tren agar pembaca dapat memahami konteks di balik setiap peristiwa.
📌 Bidang Liputan Utama:
Berita Terbaru & ekonomi, keuangan.
Perkembangan teknologi dan inovasi digital.
Tren bisnis dan investasi.
Misi saya adalah membantu pembaca mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
📞 Kontak
Untuk kerja sama media atau wawancara, silakan hubungi melalui halaman Kontak thecuy.com atau email langsung ke admin@thecuy.com.