Uni Eropa Sanksi Menteri Iran, Demo Berdarah, Aset Dibekukan

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Jakarta – Dewan Uni Eropa mengambil langkah baru terhadap pejabat tertinggi Iran, termasuk Menteri Dalam Negeri Eskandar Momeni. Sanksi ini diklaim bersejarah karena melanggar hak asasi manusia.

Penetapan ini mencakup 15 individu dan enam organisasi yang dikaitkan dengan tindakan kekerasan terhadap protes damai. Aktivitas tertentu seperti kekerasan fisik, pemeriksaan sewenang-wenang, serta strategi penipuan terhadap peserta demonstration dimaksudkan ditindaklindungi. Pernyataan resmi dari AFP menjelaskan sanksi ini diumumkan Kamis (29/1/2026).

Dua orang lain yang terlibat adalah Jaksa Agung Mohammad Movahedi-Azad dan Iman Afshari, hakim ketua. Mereka diasumsikan bertanggung jawab atas kekerasan yang terjadi selama pergerakan demonstrasi politik di Iran.

Total sanksi diatur pada 247 orang dan 50 organisasi. Uni Eropa akan membekukan aset mereka, serta larang mereka masuk ke wilayah Uni atau menerima dana dari sumber Eropa.

Tindakan ini mencerminkan pembakaran Uni Eropa terhadap pelanggaran hukum internasional. Sangat jelas, sanksi ini bertujuan untuk memaksa penanggung jawab untuk menghentikan kekerasan dan melindungi hak asasi manusia di Iran.

Dengan ini, Uni Eropa tidak hanya menunjukkan ketatannya terhadap pelanggaran hukum, tetapi juga menegakkan standar demokrasi dan hak dasar yang universal. Pejabat Iran yang terkait dengan tindakan tidak adil mungkin menghadapi dampak bersejarah dalam keberlanjutan aktivitas politik mereka.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan