Ravioli hingga Aglio e Olio, Pasta yang Menarik di Culinary Class Wars!

Saskia Puti

By Saskia Puti

Ravioli hingga Aglio e Olio, Pasta yang Menarik di Culinary Class Wars!

Serial kompetisi memasak Culinary Class Wars di Netflix telah semakin viral sejak premiere. Acara ini memupuk perisai chef dari berbagai latar belakang, menghadapi tantangan yang menguji kreativitas, teknik, hingga pemahaman bahan. Season 2 kini mulai berlangsung, sekaligus mengungkapkan latar belakang unik yang menjadikannya event spesial di dunia kuliner.

Pasta Italia dikenal sebagai menu yang sering muncul di kompetisi. Di Season 1, juara dipastikan oleh Napoli Matfia, seorang chef dengan presisi memasak menu khas Italia. Namun, pasta tidak hanya menjadi senjata Napoli Matfia, tapi juga menjadi platform untuk chef lain mengeksplorasi variasi rasa dan bentuk.

Beberapa hidangan pasta yang menarik di Season 1 meliputi: ravioli isi domba, fagottini, pasta segar dengan sup kepiting, pasta vongole, dan spaghetti aglio e olio. Setiap jenis ini memiliki nuansa tersendiri. Ravioli isi domba, misalnya, memerlukan keseimbangan antara tekstur pasta, isi daging, dan saus. Fagottini menegakkan ketelitian dalam pembentukannya, sementara pasta segar dengan sup kepiting menggabungkan rahasia resep keluarga. Pasta vongole, yang menggunakan kerang, menghadirkan keunikan makanan laut dalam konteks masakan Italia. Spaghetti aglio e olio, meskipun sederhana, mengajukan keunggulan dalam keseimbangan rasa.

Napoli Matfia mengakui sebagai pemenang akhir karena raksasa penguasaan teknik pasta. Hidangannya tidak hanya menampilkan keindahan visual, tapi juga kelebihan rasa yang hafal. Di sisi lain, chef lain seperti Chef Choi Hyun Seok dari tim White Spoon memperlihatkan pendekatan berbeda dengan pasta vongole yang sederhana namun presisi.

Kesaksian pasta Italia dalam Culinary Class Wars Season 1 tidak hanya menghibur, tapi juga mengajarkan pentingnya inovasi dan kesadaran terhadap bahan. Dari pasta isi yang kompleks hingga menyajikan spaghetti dengan bumbu minimal, setiap tantangan menunjukkan bahwa pasta adalah medium yang tak terbatas untuk ekspresi kuliner.

Thyme Ristorante, berdiri sejak 2002, menawarkan pengalaman menikmati pasta Italia yang autentik. Berada di Golf Island, restoran ini menggabungkan teknik tradisional dengan bahan segar. Menu icicanya menyeluruh, mulai dari Berry Salad yang sering digandong, hingga Capra Pizza, Gnocchi Gorgonzola, dan Agnello Alla Rosemary. Setiap hidangan mencerminkan ketumpangan kuliner klasik yang tak kurang menarik.

Pasta tetap menjadi simbol keteladanan dan kreativitas dalam dunia kuliner. Culinary Class Wars Season 1 membuktikan bahwa pasta tidak boleh terbatas pada satu gaya atau teknik. Setiap chef membawa wawancara unik melalui hidangannya, membuktikan bahwa inovasi tetap turun-turu dalam memasuki panduan rasa.

Meskipun serial ini berakhir, pengenangan kuliner pasta tetap membuka pintu untuk eksplorasi lebih dalam. Untuk yang ingin merasakan gaya ini langsung, Thyme Ristorante bisa menjadi pilihan. Di sana, setiap suap pasta bukan hanya makan, tapi juga cerita dari tradisi dan pengembangan rasa yang terus berkembang.

Baca juga games lainnya di Info game terbaru atau cek review mobile legends lainnya.

Tinggalkan Balasan