Profil Iman Rachman dalam konteks penurunan Bos Bursa setelah anjlok IHSG

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

BEI memungkinkan informasi yang mendalam. Iman Rachman, yang dipercaya menjadi Kepala Organisasi BEI, memilih untuk menarik kembali tanggung jawabnya setelah IHSG mengalami penurunan dua hari berturut-turut.

Perjalanan Iman di bidang keuangan mencakup berbagai posisi strategis. Ia mulai kariernya sebagai Manajer di PT Danareksa Sekuritas dari 1998 hingga 2003. Pengalaman Iman juga mencakup pasar modal hingga ditertawak menjadi Direktur Investment Banking di PT Mandiri Sekuritas selama 13 tahun (2003-2016).

Keahlian dalam mengelola arus kas membuat Iman menjabat sebagai Direktur Keuangan di Pelindo II (2016-2018) dan beberapa waktu di Pelindo III (2018-2019). Sebelum memimpin BEI, ia pernah menjadi Presiden PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA) sebagai Kepala Organisasi (2019-2020) serta menjabat sebagai Direktur Strategi, Portfolio, dan Pengembangan Usaha di PT Pertamina (Persero) (2020-2022).

Iman memiliki latar belakang pendidikan yang kuat. Ia lulusan Sarjana Ekonomi dari Universitas Padjajaran pada 1995, serta memiliki gelar Magister of Business Administration (MBA) Finance dari Leeds University Business School pada 1997.

Iman mengumumkan sendiri pengunduran diri hari ini di Gedung BEI. Menurutnya, keputusan ini adalah tanggung jawab terhadap perubahan pasar modal.

“Iman Rachman menyatakan mengundurkan diri sebagai Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, sebagai bentuk tanggung jawabnya terhadap apa yang terjadi kemarin,” kata ia.

Kepemimpinan Iman Rachman menunjukkan pentingnya penuh tanggung jawab di dunia finansial. Setiap keputusan dapat memengaruhi dinamika pasar, sehingga kesadaran akan menjadi kunci untuk menjaga kepercayaan masyarakat.

Baca Berita dan Informasi Finance lainnya di Finance Page

Tinggalkan Balasan