Pemerintah Garut Optimasi Kantor Imigrasi untuk Memandu Perbaikan Iklim Investasi

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Kantor imigrasi kelas II non TPI di Garut kini beroperasi. Penghasilan paspor atau penyerahan paspor menjadi lebih mudah bagi warga. Sebelumnya, proses ini memerlukan perjalanan ke Tasikmalaya atau Bandung. “Peningkatan pelayanan ini bertujuan memenuhi kebutuhan masyarakat,” kata Asep Kurnia, Sekjen Kemenimipas, 29 Januari 2026.

Banyak masyarakat yang persiapkan paspor untuk umroh maupun libur. Ada juga yang berencana magang atau kerja ke luar negeri. “Ini menunjukkan bahwa kemakmuran Garut terus meningkat,” menegaskannya. Selain itu, paspor haji bisa diminta di kantor ini. “Nanti warga bisa meminta prosesnya disini,” tambahnya.

Kantor ini juga melayani pendatang asing. Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, menegaskan pendanaan untuk menyiapkan infrastruktur ini cukup cepat karena prioritas tinggi. “Garut akan menjadi kota terbuka untuk aktivitas in dan outbound,” ujarnya. “Orang setempat bisa lebih mudah bekerja, belajar, atau usaha di luar negeri.”

Meskipun alokasi anggaran masih terbatas, harapannya adalah peningkatannya dengan waktu. “Tadi saya denger alokasinya hanya Rp30 juta, mungkin nanti bisa ditambah lagi,” kata Asep.

Pembangunan ini tidak hanya memudahkan transaksi paspor, tetapi juga mendorong pengembangan ekonomi Garut. “Dengan pelayanan yang cepat, rakyat bisa lebih fokus pada investasi dan ekspansi usaha,” menambahkan Asep.

Kantor imigrasi ini menjadi solusi praktis untuk masyarakat yang ingin berpergian atau kembali ke rumah. “Ini bisa menjadi awal persiapan untuk keberagaman budaya dan ekonomi,” kata Asep.

Awalnya mungkin masih terbatas, tetapi potensialnya sangat besar. “Semakin banyak yang memanfaatkannya, semakin besar dampaknya bagi keberagaman Garut,” menegaskannya.

Bupati Garut juga mengundang peningkatan investasi dari luar negeri. “Jika investor tertarik, kita siap untuk menyiapkan izin tinggal atau izin usaha,” kata Abdullah.

Proses pendirian kantor ini menunjukkan komitmen Garut terhadap kemakmuran. “Dengan ini, rakyat bisa fokus pada pencapaian, bukan kelemahan geografis,” menambahkan Abdullah.

Tingkat kemandirian rakyat akan meningkat dengan layanan imigrasi yang lebih praktis. “Ini adalah langkah awal untuk menjadi kota yang ramah pemuda dan pengusaha,” ujar Bupati.

Setiap proses ini dirancang agar tidak memakan waktu lama. “Kita fokus pada kecepatan, bukan kelebihan formalitas,” kata Asep.

Dengan ini, Garut bisa menjadi model untuk kebijakan imigrasi yang efisien. “Semakin cepat pelayanan, semakin besar kepercayaan masyarakat,” katanya.

Kemampuan pengelolaan imigrasi yang baik bisa menjadi daya tarik bagi investor. “Jika pelayanan nyaman, tentu lebih banyak yang ingin berinvestasi,” menegaskan Bupati.

Kantor imigrasi ini juga bisa mendukung program peningkatan kualitas hidup. “Dengan lebih mudah berpergian, rakyat bisa mengakses peluang pendidikan atau kesehatan lebih baik,” kata Asep.

Peringatan untuk masyarakat: Pastikan dokumen paspor selalu terupdate. “Jangan tunggu berantakan, tanyakan ke kantor imigrasi terdekat,” disarankan Asep.

Kesempatan ini bisa menjadi poin kompetitif Garut di era globalisasi. “Semakin banyak yang memanfaatkannya, semakin besar potensi pertumbuhan,” menambahkan Bupati.

Dengan pelayanan imigrasi yang cepat dan terjangkau, rakyat bisa fokus pada tujuan hidup mereka. “Ini adalah investasi kecil yang bisa menghasilkan manfaat besar,” ujar Asep.

Kantor imigrasi di Garut bukan hanya penyelesaian formalitas, tetapi juga peluang untuk rakyat. “Semakin cepat dan nyaman pelayanan, semakin banyak yang akan berbelanja,” katanya.

Potensi Garut sebagai kota yang ramah imigrasi semakin menjanjikan. “Dengan ini, rakyat bisa meraih kebebasan lebih luas,” menegaskan Asep.

Pembangunan ini juga bisa mendorong pengembangan infrastruktur lain. “Jika imigrasi mudah, tentu rakyat akan lebih aktif berusaha,” kata Bupati.

Dengan ini, Garut bisa menjadi kota yang dinamis dan inklusif. “Semakin banyak yang mempergigitan, semakin besar kemakamuan,” katanya.

Awalnya mungkin masih terbatas, tetapi potensialnya sangat besar. “Semakin banyak yang memanfaatkannya, semakin besar dampaknya bagi keberagaman Garut,” menegaskannya.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan