Kemensos Mengirim Ribuan Paket Bantuan untuk Korban Banjir di Subang

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Kementerian Sosial (Kemensos) mengirimkan ribuan paket bantuan ke korban banjir di Subang. Kementerian ini menggunakan Gudang Dinas Sosial Jawa Barat untuk mendistribusikan bantuan pada Senin (27/1/2026). Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menyatakan, “Kemensos terus memantau perkembangan di lapangan dan memastikan kebutuhan warga terdampak terpenuhi.”

Bantuan mencakup 500 kemasan makanan siap saji, 100 kemasan makanan anak, dan 400 kemasan lauk pauk siap saji. Untuk kebutuhan keluarga, Kemensos memberikan 50 paket sandang anak, 100 paket family kit, dan 100 paket kids ware. Selain itu, Kemensos menyediakan 1 unit tenda serbaguna, 5 unit tenda keluarga, 50 lembar tenda gulung, 75 lembar kasur, dan 100 lembar selimut.

Petugas Kemensos, Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Jawa Barat, Dinsos Subang, BPBD, TNI-Polri, pemerintah daerah, BUMN, relawan, serta masyarakat setempat berkoordinasi dalam penanganan darurat. Mereka melakukan asesmen, mendorong evakuasi, serta mendirikan dapur umum di Kantor Kecamatan Pamanukan.

Banjir yang mulai merendam wilayah Subang sejak Sabtu (24/1/2026) terus meluas karena hujan intensif. Tanggip bendungan Cimacan, Sungai Ciasem, Kalensama, dan Cijengkol menyebabkan ribuan rumah terendam dengan air hingga 1-1,5 meter. Dana Bantuan Bencana (DBB) telah aktif dengan Surat Pernyataan Nomor 300.2.2/103/BPBD yang berlaku hingga 7 Februari 2026.

Laporan sementara menunjukkan banjir memengaruhi 2.128 rumah dan 2.476 keluarga di enam desa: Ciasem Hilir, Dukuh, Pinangsari, Ciasem Baru, Ciasem Tengah, dan Jati Baru. Banyak warga mengungsi di masjid dan madrasah, sebesar 172 orang di Ciasem Hilir dan 1.629 di Ciasem Tengah. Korban lain menyimpan diri di rumah keluarga.

Dapur umum Tagana terus beroperasi dengan dukungan Tagana Subang dan Garut untuk memenuhi kebutuhan warga. Hingga saat ini, genangan air masih memengaruhi permukiman, sementara hujan dengan intensitas tinggi terus terjadi. Pemerintah tetap berupaya mendampingkan kondisi dan mendukung pemulihan.

Setiap bantuan adalah langkah untuk memastikan keamanan dan kesejahteraan warga. Semangat serta kerjasama harus terus diperkuat agar masyarakat bisa kembali hidup dengan lebih baik setelah banjir.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan