Kebakaran di IHSG Menjadi Alasan Penutupan BEI

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

IHSG mengalami penurunan 7,35% hingga 8.320,55 dalam perdagangan Rabu, menimbulkan keberaguan pada Iman Rachman yang memutuskan untuk meninggalkan jabatan Direktur Utama BEI. Hal ini terjadi setelah indeks melemah 8% di sesi I perdagangan Kamis, memicu BEI memutus perdagangan sementara. Meskipun terjadi trading halt, IHSG kembali meningkat sedikit sebelum penutupan perdagangan, tetapi masih terkoreksi 1,06% ke 8.232,20.

Penurunan IHSG dikaitkan dengan dua faktor utama: pengumuman MSCI tentang perubahan indeks review untuk saham Indonesia mulai Februari 2026, serta pemangkasan peringkat pasar modal oleh Goldman Sachs. MSCI memperbaharui aturan penginclusion dan konstituen, yang bertujuan mengurangi risiko investasi. Sebaliknya, Goldman Sachs memperkirakan net sell IHSG bisa mencapai 2,2 miliar dolar, dengan skenario terburuk hingga 7,8 miliar dolar. Analisnya mengkhawatirkan tekanan pasar akan tetap berat tanpa perbaikan transparansi.

Pengumuman MSCI mencakup penurunan bobot saham Indonesia di Indeks Pasar Emergen, sehingga Indonesia mungkin tetap bisa dipertahankan status Emerging Market hingga Mei 2026. Jika tidak, risiko reklasifikasi menjadi Frontier Market menjadi real. Goldman Sachs juga menurunkan peringkat IHSG menjadi ‘underweight’ dari ‘market weight’, berdama pengumuman MSCI yang memicu penarikan investor asing.

Iman Rachman menekankan keharapan IHSG bisa memulih kembali. Ia bersabda akan stabilitas pasar jika harga membuka pada pagi mendatang. Hal ini menjadi pertinya untuk BEI berusaha mendorong investasi dan memperbaiki transparansi pasar.

Pencemaran IHSG mengungkapkan sensitivitas pasar modal terhadap perubahan regulasi dansentimen global. Keputusan MSCI dan Goldman Sachs menunjukkan bagaimana informasi finansial bisa memengaruhi dinamika pasar. Untuk investor, ini menjadi pengingat penting untuk memantau perkembangan indeks dan kebijakan otoritas pasar. Stabilitas IHSG tidak hanya memengaruhi portofolio bursa, tetapi juga kepercayaan masyarakat terhadap sistem keuangan nasional.

Baca Berita dan Informasi Finance lainnya di Finance Page

Tinggalkan Balasan