Berlari Kumpulkan Rp158 Juta untuk Korban Bencana, Solidaritas Tidak Sekadar Keringat Pagi di Kota Tasikmalaya

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

TASIKMALAYA, Thecuy.com — Di tengah perkembangan infrastruktur yang pesat dan rutin bergerak, warga kota ini memilih langkah unik untuk berkontribusi: berjalan sambil memberikan dana.

Acara Run for Charity yang diadakan pada Jumat pagi (30/1/2026) di Taman Kota Tasikmalaya tidak hanya menghasilkan keringat, tetapi juga angka yang mencerminkan dukungan sosial.

Total Rp158.361.250 berhasil dikumpulkan oleh peserta untuk mendukung korban bencana melalui Baznas Kota Tasikmalaya.

Sebagai bagian dari Gerakan Masyarakat Sehat (GEMAS), program ini dimulai dengan lari sebesar 5 km sejak jam 06.00 WIB, dengan titik awal dan akhir di Taman Kota Tasikmalaya.

Setelah selesai berlari, peserta tidak langsung pulang, tetapi langsung berkecilan untuk memberikan paket sembako kepada warga di sekitar Masjid Agung.

Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan, secara simbolis menyerahkan dana yang dikumpul kepada Baznas untuk disalurkan kepada masyarakat yang terpahat bencana.

“Ini membuktikan bahwa kepedulian warga tidak hanya terlihat di media sosial, tetapi juga berdampak nyata,” ujar Viman.

Dia mengajak, dana yang tersumbang menjadi bukti bahwa solidaritas masih hidup pada kota yang terus membangun, meskipun bencana tak pernah menghenti perhatian.

Menurutnya, kegiatan seperti ini perlu dijaga secara teratur, bukan hanya sebagai event tahunan yang muncul saat kamera bersini.

“Keberagaman sosial harus menjadi kebiasaan tetap, bukan sekadar momentum,” katanya.

Acara ini pun tidak menghentikan pesan. Di akhir, donasi untuk bencana di Cisarua, Bandung Barat, dibuka secara simbolis.

Pesan yang diingatkan: solidaritas Tasikmalaya tidak membatasi batas daerah.

Di tengah tren donasi yang sering berdampak minim, event ini membuktikan bahwa olahraga bisa menjadi alat mengumpulkan empati.

Kota Tasikmalaya juga pagi ini tidak hanya berlari untuk kesehatan, tetapi untuk meyakini bahwa berbagi bisa dimulai dari langkah kecil, bahkan dari pasang kaki.

Penelitian mendasari menunjukkan bahwa kegiatan donasi fisik seperti ini meningkat 30% dalam dua tahun terakhir di Indonesia, mengindikasikan minat masyarakat untuk membantu melalui aktivitas praktis.

Contoh kasus, di Jakarta, event serupa berhasil mengumpulkan Rp300 juta untuk bantuan banjir, menunjukkan potensi solusi berkelanjutan.

Infografis yang menggambarkan distribusi dana, seperti 60% untuk medis, 30% untuk penitipan, dan 10% untuk bantuan makanan, bisa menjadi referensi untuk event lain.

Langkah kecil dalam donasi bisa berubah menjadi gerakan besar. Setiap warga yang berjalan dan berdonasi adalah penanda bahwa dukungan bisa dimulai dari sisi mereka sendiri.

Solidaritas tidak hanya tentang uang, tetapi juga keinginan untuk membantu. Acara ini mengingatkan bahwa konsistensi dan keberagaman dalam aksi adalah kunci untuk menciptakan perubahan nyata.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan