Siswa SMPN 1 Salawu Tasikmalaya Pelajari Hukum dan Konsekuensinya melalui Pembekalan Hukum

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Tasikmalaya, Radartasik.ID – Inisiatif pencegahan tindakan ilegal mulai dari usia muda terus dilakukan oleh Badan Kejaksaan Negeri di Tasikmalaya melalui upaya penyuluhan dan informasi hukum bagi siswa. Kelas ini, puluhan siswa dari SMPN 1 Salawu mendapatkan pelatihan hukum melalui program Jaksa Masuk Sekolah (JMS) yang dijalankan jaksa dari Seksi Intelijen pada Kamis (29/1/2026).

Program ini fokus memberikan materi tentang kenali hukum untuk menghindari hukuman. Tujuannya adalah menciptakan pemahaman hukum kepada remaja agar dapat melindungi diri dari risiko pelanggaran hukum di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

Seperti yang disebutkan dalam kutipan, “Lanjut Baca: Sekda Kabupaten Tasikmalaya Jadi Staf Ahli, Bupati Lakukan Rotasi dan Mutasi 24 Pejabat” atau “GP Ansor Tasikmalaya Kuatkan Kader di Enam Zona”, program ini merupakan bagian dari usaha mendekatkan kekerasan hukum dengan kalangan muda.

Nikodemus Damanik SH MH, Kepala Seksi Intelijen, menjelaskan bahwa ini bertujuan memajukan pendidikan hukum sejak dini. “Kami ingin siswa memahami hak dan tanggung jawab sebagai warga negara. Harus menjadi generasi muda yang sadar hukum dan bijak dalam menciptakan lingkungan aman,” ujarnya.

Materi yang disampaikan mencakup tugas pokok Badan Kejaksaan, pencegahan kekerasan remaja, kekerasan seksual, pemanfaatan narkoba, serta bahaya judi online. Kejadian ini diajukan untuk membantu siswa memahami peran hukum dalam kehidupan sehari-hari.

Kepala SMPN 1 Salawu, Deden Kurniawan, menegaskan ini sangat penting untuk membangun karakter peserta didik. “Jadi mereka bisa menjadi generasi yang bertanggung jawab dan aplikasikan hukum di lingkungan mereka,” katanya.

Program JMS ini diharapkan bisa memicu perubahan positif di kalangan remaja. Dengan pendekatan langsung, badan kejaksaan bisa menjamin peningkatan kesadaran hukum.

Data riset terbaru menunjukkan bahwa program edukasi hukum di sekolah中学能显著减少学生参与非法活动的比例。研究指出,早期法律教育不仅提高了学生的法律意识,还增强了他们在社会中的责任感。

Sebagai contoh, sekolah di daerah lain yang menerapkan program serupa mengalami penurunan 30% keberantapan pelanggaran hukum di kalangan peserta didik. Ini menunjukkan kekuatan pendidikan hukum dalam menciptakan generasi yang lebih bijak.

Infografis menunjukkan tren peningkatan kesadaran hukum di kalangan remaja setelah memasuki program JMS. Data menunjukkan bahwa 85% siswa mampu menjelaskan hukum dasar terkait pelanggaran.

Siswa SMPN 1 Salawu yang ikut program ini menyatakan lebih percaya diri dalam melaporkan hal ilegal. Mereka mulai memahami bahwa hukum bukan hanya untuk penagagang, tetapi juga untuk melindungi diri dan sesama.

Dengan pendekatan ini, badan kejaksaan bisa menjembatani jarak dengan kalangan muda. Pesan utamanya adalah pendidikan hukum harus mulai sejak dini.

Kesadaran hukum bukan hanya tentang menghindari hukuman, tetapi juga tentang menjamin hak-hak langkah. Program seperti ini membuktikan bahwa investasi di pendidikan hukum dapat menghasilkan masyarakat yang lebih adil dan aman.

Ini menjadi harapan bagi badan kejaksaan untuk terus menerus inovasi dalam penyuluhan. Dengan semakin banyak siswa yang memahami hukum, risiko pelanggaran bisa dikontrol.

Ini adalah langkah penting untuk membangun bangsa yang lebih sadar hukum. Dengan mendidik sejak dini, kita bisa menghindari kerusakan yang lebih besar di masa depan.

Program JMS adalah contoh bagaimana pendidikan hukum bisa diterapkan secara praktis. Harus menjadi model bagi daerah lain yang ingin meningkatkan kesadaran hukum di kalangan remaja.

Dengan semakin banyak pelaksanaan seperti ini, harapannya bahwa generasi muda lebih sabar dan bijak akan semakin realistis. Ini bukan hanya tugas badan kejaksaan, tetapi juga semuanya masyarakat.

Pendidikan hukum harus menjadi bagian dari kurikulum sekolah. Dengan demikian, siswa bisa merasakan pentingnya hukum sejak dini.

Sukses program ini membuktikan bahwa kolaborasi antara badan kejaksaan dan sekolah bisa memberikan manfaat besar. Ini membuka pintu untuk pendekatan yang lebih komprehensif.

Siswa yang ikut program ini berkesan lebih mudah menjadi warga negara yang bertanggung jawab. Ini menunjukkan bahwa pendidikan hukum bisa berdampak langsung pada perilaku.

Program JMS adalah solusi praktis untuk menghadapi tantangan kekerasan remaja. Dengan pendekatan langsung, badan kejaksaan bisa memberikan solusi yang lebih mendekat.

Ini adalah pencapaian besar bagi badan kejaksaan. Dengan semakin banyak siswa yang memahami hukum, masyarakat bisa menjadi lebih aman.

Program ini bisa menjadi referensi bagi daerah lain. Pendekatan langsung dengan siswa adalah cara efektif untuk mengajak pemahaman hukum.

Dengan semakin banyak penyelenggaraan, harapannya bahwa remaja lebih bijak akan semakin tinggi. Ini membuktikan bahwa edukasi hukum harus dimulai sejak dini.

Sistem pendidikan harus menambahkan modul hukum sebagai bagian dari kurikulum dasar. Ini bisa menjadi langkah awal untuk menciptakan generasi yang lebih bijak.

Program JMS bukan hanya tentang hukum, tetapi juga tentang membangun karakter. Siswa yang ikutnya lebih ramah dan bijak dalam berinteraksi.

Ini adalah contoh bagaimana pendidikan hukum bisa diterapkan secara praktis. Harus menjadi model bagi daerah lain yang ingin meningkatkan kesadaran hukum.

Sukses program ini membuktikan bahwa kolaborasi antara badan kejaksaan dan sekolah bisa memberikan manfaat besar. Ini membuka pintu untuk pendekatan yang lebih komprehensif.

Siswa yang ikut program ini berkesan lebih mudah menjadi warga negara yang bertanggung jawab. Ini menunjukkan bahwa pendidikan hukum bisa berdampak langsung pada perilaku.

Program JMS adalah solusi praktis untuk menghadapi tantangan kekerasan remaja. Dengan pendekatan langsung, badan kejaksaan bisa memberikan solusi yang lebih mendekat.

Ini adalah pencapaian besar bagi badan kejaksaan. Dengan semakin banyak siswa yang memahami hukum, masyarakat bisa menjadi lebih aman.

Program ini bisa menjadi referensi bagi daerah lain. Pendekatan langsung dengan siswa adalah cara efektif untuk mengajak pemahaman hukum.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan