Sirene Meraung: Detik-detik Banjir di Kepung Bekasi

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Kota Bekasi mengalami banjir di tujuh kecamatan setelah hujan terus menerus. Permukiman warga dan jalanan terendam air yang terus naik, sementara sirine yang berfungsi sebagai peringatan dini menonjol. Bunyi sirine memicu reaksi panik di masyarakat, yang tergesa-gesa mengikuti Arahan Evakuasi.

BPBD Kota Bekasi menjalankan peringatan dini melalui sistem sirine yang aktif secara otomatis. Penyerangan ini ditujukan untuk wilayah berisiko tinggi, seperti Bekasi Utara dan Timur, serta Teluk Pucung. Data pengamatan menunjukkan ketinggian air yang sangat tinggi, hingga 480 cm di beberapa area. BPBD mengajak warga tetap waspada dan mengikuti petugas.

Warga di Kelurahan Bekasi Barat, seperti Perumahan Mas Naga dan Duta Kranji, dinyatakan dalam proses evakuasi menggunakan perahu karet. BPBD memprioritaskan kelompok rentan, termasuk Lansia dan Anak-Anak. Di Kelurahan Pondok Gede, Ketinggian genangan mencapai 80 cm, sementara di Rawalumbu, beberapa jembatan mengalami banjir.

Data Banjir teruji menunjukkan variasi tinggi air di berbagai wilayah. Di Bekasi Utara, beberapa perumahan terendam hingga 150 cm. Kecamatan Bekasi Selatan juga terpapar genangan 100 cm. BPBD terus mengontrol situasi dan memberikan instruksi real-time melalui media sosial.

Saat ini, evakuasi fokus pada warga yang membutuhkan bantuan khusus. BPBD memastikan proses ini dilakukan dengan aman. Terjadi juga penangkapan hewan berbahaya seperti ular dan biawak yang terbang di jalanan.

Banjir di Bekasi terus menjadi tantangan besar. Suara sirene yang masuk akal mengingatkan masyarakat untuk siap siap menghadapi bencana ini. BPBD tetap berputar untuk meminimalkan kerugian dan memastikan keselamatan warga.

Dengan kerja sama masyarakat dan pemerintah, banjir dapat diatasi. Kesadaran dan aksi cepat adalah kunci untuk menghindari kerumunan. Semua harus berpartisipasi dalam menjaga keamanan lingkungan sekitar.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan