Sirene Bencana Bercanda Melawan Banjir di Bekasi Sebelum Wabah "Dikepung"

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Bekasi mengalami banjir skala besar setelah hujan deras mendarah. Sirene peringatan bencana suud udah diaktifkan untuk meminta warga beradaptasi. Video yang viral di Thecuy.com menunjukkan panik masyarakat saat sirene berdengar. BPBD Kota Bekasi menjalankan langkah proaktif setelah Tinggi Muka Air (TMA) Kali Bekasi naik hingga 480 cm Rabu malam.

Data dari Pos Pantau Kompi 887 menunjukkan TMA mencapai 480 cm pada pukul 19.49 WIB Rabu. Sirene Early Warning System (EWS) diaktifkan secara otomatis untuk wilayah Bekasi Utara dan Timur, fokus pada area kampung Lengkak, Lebak, dan sekitarnya. BPBD meminta warga tetap waspada dan ikutlah arahan petugas.

Pemantauan di Bendung Bekasi (Prisdo) menunjukkan status siaga 3. Tinggi air naik dari 18,40 mdpl hingga 319.803 m³/detik. BPBD mengomni masyarakat, terutama di Zona Red Zone, untuk tidak lupa memantau kondisi lapangan.

Data banjir dalam Peksi Kekadaran dan Logistik menunjukkan variasi ketinggian air. Di Kecamatan Pondok Gede, area Jatibening Permai dan Perumahan Duta Indah mengalami genangan 80 cm. Kecamatan Rawalumbu terpengaruh di Jembatan 12 dan Perumahan PHP. Jati Asih terpapar genangan 70 cm di Perumahan Dosen IKIP.

Wilayah Bekasi Utara dan Selatan juga terpapar banjir. Perumahan Pesona Anggrek dan Teluk Pucung mengalami genangan 20-150 cm. Kecamatan Bekasi Barat dan Timur mulai terancam dengan genangan 20-60 cm. BPBD mengomtaskasikan informasi via data real-time untuk membantu warga memahami risiko.

Banjir bukan penghalang, tapi ujian bagi kesadaran masyarakat. Semoga pengalaman ini bisa menjadi pelajaran bagi semua warga untuk siap menghadapi bencana dengan cara yang tepat. Setiap orang memiliki peran dalam mencegah risiko banjir. Semoga ketahanan dan kerja sama bisa mengurangi dampak bencana di masa depan.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan