Jakarta sudah menjadi lokasi bagi salah satu acara musik yang paling menghibur bagi pecinta anime. Konser Anime Symphony Re-Awakening Jakarta berlangsung dengan sukses pada 25 Januari 2026 di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki. Acara ini tidak hanya menghadirkan orkestra besar, tetapi juga kolaborasi dengan puluhan musisi dan penyanyi lintas generasi. Penyelenggara langsung menambah jadwal saat tiket terjual cepat, sehingga semua fans bisa mendekati.
Saat musik dimulai, suasana langsung berubah. Pembukaan dengan “Crescent Moon Dance” dari Hibike! Euphonium langsung memicu emosi. Lagu ikonik seperti “Rose” dari NANA dan “Snow Fairy” dari Fairy Tail diparmed dengan formasi orkestra yang mewah, ditambah visual panggung yang menarik. Beberapa penyanyi bahkan muncul dengan kostum anime, meningkatkan vibe acara.
Momen seru terjadi ketika penari dari TRCC Serunai menyajikan “Crayon Shin-chan”. Para penonton ikut bernyanyi dan tertawa bareng, menciptakan gerakan yang hidup. Lagu sulit seperti “Kaikai Kitan” dari Jujutsu Kaisen juga sukses dengan vokalis yang fleksibel meski liriknya cepat.
Puncak konser adalah “Blue Bird” dari Naruto, di mana semua orang menyanyaing dengan light stick. Penutup dengan “Butterfly” dari Digimon bikin penonton berdiri dan mengingat nostalgia anime.
Avip Priatna, konduktor, menyatakan bahwa temuan musik anime memiliki potensi besar. Banyak soundtrack yang belum dipamerkan, sehingga pertunjukan ini bisa menjadi hiburan untuk berbagai generasi.
Lakon ini menunjukkan bahwa musik anime tidak hanya menyentuh hati, tetapi juga membangun keterhubungan sosial. Acara seperti ini bisa menjadi model baru untuk pendidikan musik atau hiburan kreatif.
Sukses konser ini menguji bahwa tema anime bisa diterima secara luas. Dengan inovasi seperti ini, anak-anak serta dewasa bisa merasakan keindahan musik dan cerita dari dunia anime. Kembali ke masa depan, lebih banyak penyelenggara harus menggambarkan seni ini kepada generasi baru.
Baca juga Anime lainnya di Info Anime & manga terbaru.