Dokter harus mengingatkan pasien dengan kaki pegal karena varises; jangan dipijat karena dapat memengaruhi jantung.

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Pijat sering dianggap solusi praktis untuk varises, terutama ketika muncul gejala seperti kaki lelah, berat, dan berpotongan. Namun, pendapat ahli keperawatan menunjukkan bahwa tindakan ini memiliki risiko signifikan.

Dr Ankri, spesialis Bedah Toraks, Kardiak, dan Vaskular dari BraveHeart RS Brawijaya Saharjo, menegaskan bahwa pijat varises sangat tidak disarankan. Tekanan yang digunakan selama pijat dapat memicu varises berdarah atau bahkan pecah. Hal ini berpotensi menyebabkan komplikasi lebih parah, seperti bekuan darah yang bergerak menuju jantung atau paru-paru.

“Ketika bekuan darah ini terjadinya di varises, pijatnya bisa memicu embolusma phrenik,” jelas dr Ankri. Kondisi ini berbahaya karena bisa memicu kematian tiba-tiba. Selain itu, salep varises yang banyak dipakai hanya mampu mengurangi gejala seperti gatal atau panas, tetapi tidak bisa menyembuhkan penyakit itu sendiri.

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa lebih dari 60% pasien varises yang melakukan pijat mengalami peningkatan gejala dalam satu minggu. Alternatif yang lebih aman meliputi kompresi medis, perubahan gaya hidup, atau terapi fisik yang disarankan oleh dokter.

Jika varises berujung, jangan coba pijat sendiri. Konsultasi dengan tenaga medis untuk mengetahui solusi terbaik adalah langkah yang perlu Dilakukan. Jangan risiko kesehatan karena keinginan cepat penyempurnaan. Solusi varises yang efektif mulai dari penilaian profesional, bukan dari praktik yang terkesan sederhana.

Baca Berita dan Info Kesehatan lainnya di Seputar Kesehatan Page

Tinggalkan Balasan