Pemadaman listrik mendadak melanda ibu kota Greenland, Nuuk, pada Sabtu malam. Insiden tersebut dilaporkan oleh penyedia utilitas lokal, Nukissiorfiit, yang menyebutkan penyebabnya adalah sebuah kecelakaan, meski tanpa merinci peristiwa yang sebenarnya.
Menurut informasi dari Reuters pada Minggu, 25 Januari 2026, pihak Nukissiorfiit tengah berupaya menyalurkan daya cadangan untuk mengatasi masalah ini. Pemadaman ini terjadi secara serentak di seluruh penjuru kota, menyisakan kegelapan total bagi warga Nuuk.
Kepolisian setempat juga belum memberikan penjelasan teknis mengenai kecelakaan apa yang memicu putusnya pasokan listrik tersebut. Kejadian ini menjadi perhatian khusus karena ini adalah kali kedua kota tersebut mengalami gelap gulita dalam kurun waktu satu bulan terakhir.
Situasi ini terjadi tak lama setelah otoritas Greenland memperbarui pedoman kesiapsiagaan darurat mereka pada awal pekan ini. Pembaruan aturan tersebut diduga kuat berkaitan dengan ketertarikan Presiden AS Donald Trump terhadap pengambilalihan wilayah Denmark tersebut.
Analisis Situasi dan Konteks Geopolitik
Kejadian pemadaman listrik massal di kota utama seperti Nuuk sering kali menjadi indikator ketahanan infrastruktur energi. Dalam konteks wilayah Arktik, cuaca ekstrem sering menjadi penyebab utama gangguan teknis. Namun, frekuensi kejadian yang relatif singkat—terjadi dua kali dalam sebulan—mengundang pertanyaan apakah ini murni masalah teknis atau ada faktor lain yang bermain.
Ketegangan geopolitik yang belakangan ini muncul akibat pernyataan Presiden AS mengenai Greenland menambah dimensi baru pada insiden ini. Pemerintah Greenland telah menegaskan kemandirian dan kedaulatannya, namun isu keamanan siber sering kali menjadi “perang dingin” modern di mana serangan terhadap infrastruktur kritis seperti jaringan listrik dapat menjadi sinyal politik tanpa harus melibatkan konflik fisik.
Studi kasus serupa pernah terjadi di negara-negara Baltik, di mana gangguan listrik massal sering dikaitkan dengan ketegangan dengan tetangga besar mereka. Meski tidak ada bukti langsung, pola ini mengingatkan pentingnya diversifikasi sumber energi dan keamanan siber bagi negara-negara kecil yang berada di persimpangan kepentingan adidaya.
Menghadapi ketergantungan pada infrastruktur tunggal sering kali menempatkan kita pada posisi rentan. Kita perlu menyadari bahwa kemandirian sejati tidak hanya terletak pada sumber daya alam, tetapi juga pada ketangguhan sistem yang menopang kehidupan sehari-hari. Mari kita terus mengawasi dan mendukung upaya penguatan sistem energi, karena ketersediaan listrik bukan hanya soal cahaya, tetapi juga tentang keberlanjutan peradaban di tengah dinamika dunia yang semakin kompleks.
Baca Berita dan Informasi Finance lainnya di Finance Page

Saya adalah jurnalis di thecuy.com yang fokus menghadirkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi terpercaya seputar perkembangan dunia finansial, bisnis, teknologi, dan isu-isu terkini yang relevan bagi pembaca Indonesia.
Sebagai jurnalis, saya berkomitmen untuk:
Menyajikan berita yang akurasi dan faktanya terverifikasi.
Menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menjaga integritas jurnalistik.
Menghadirkan laporan mendalam yang memberi perspektif baru bagi pembaca.
Di thecuy.com, saya tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga berupaya menganalisis tren agar pembaca dapat memahami konteks di balik setiap peristiwa.
📌 Bidang Liputan Utama:
Berita Terbaru & ekonomi, keuangan.
Perkembangan teknologi dan inovasi digital.
Tren bisnis dan investasi.
Misi saya adalah membantu pembaca mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
📞 Kontak
Untuk kerja sama media atau wawancara, silakan hubungi melalui halaman Kontak thecuy.com atau email langsung ke admin@thecuy.com.