Mantan Mendikbudristek, Nadiem Anwar Makarim, memberikan klarifikasi terkait pertemuannya dengan para petinggi Google mengenai pengadaan proyek Chromebook. Ia menegaskan bahwa pertemuan tersebut berlangsung secara terbuka, transparan, dan tidak melibatkan permufakatan jahat seperti yang dituduhkan.
“Menyebut pertemuan terbuka dengan Google yang dicatat secara resmi dengan melibatkan berbagai pihak sebagai sebuah persekongkolan jahat adalah hal yang lucu. Kenyataannya, pertemuan itu transparan dan terbuka,” ujar Nadiem saat memberikan keterangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat pada Senin, 26 Januari 2026.
Nadiem menjelaskan bahwa pertemuan dengan petinggi Google tersebut terjadi sebanyak tiga kali selama tahun 2020. Namun, ia menegaskan bahwa pertemuan serupa juga dilakukan dengan perusahaan teknologi lainnya pada periode yang sama. Sebagai contoh, Nadiem menyebutkan dirinya telah melakukan pertemuan sebanyak empat kali dengan pihak Microsoft, pembuat sistem operasi Windows yang merupakan kompetitor Google. Selain itu, Nadiem juga melakukan dua kali pertemuan dengan pihak Apple untuk membahas program digitalisasi pendidikan.
Nadiem menyayangkan opini yang dibangun oleh pihak Kejaksaan yang seolah-olah menjadikan pertemuan dengan Google sebagai bagian dari persekongkolan jahat. Ia menegaskan bahwa intensitas pertemuannya dengan Microsoft justru lebih banyak dibandingkan dengan Google, yang menurutnya menjadikan narasi tuduhan tersebut tidak masuk akal.
Sementara itu, Ganis Samoedra Murharyono, Strategic Partner Manager Google for Education, sebelumnya telah bersaksi dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta pada Selasa, 20 Januari 2026. Sidang tersebut mengadili terdakwa Mulyatsyah (Direktur SMP Kemendikbudristek 2020), Sri Wahyuningsih (Direktur Sekolah Dasar), dan Ibrahim Arief alias Ibam (tenaga konsultan).
Dalam kesaksiannya, Ganis mengungkapkan bahwa bosnya melakukan pertemuan dengan Nadiem pada November 2019, tepatnya setelah Nadiem resmi menjabat sebagai Mendikbudristek pada Oktober 2019. Pertemuan tersebut dihadiri oleh Collin Marson, Head of Google For Education untuk Asia Tenggara, serta Putri Ratu Alam, Senior Manajer Hubungan Pemerintah dan Kebijakan Publik PT Google Indonesia.
Ganis membenarkan keterangan dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) yang menyatakan bahwa Nadiem telah menyetujui penggunaan produk Google for Education, khususnya Chromebook, untuk setiap sekolah di Indonesia beserta spesifikasi teknisnya yang menggunakan Chrome OS. Meskipun Ganis tidak ikut masuk ke dalam ruang pertemuan, ia memastikan bahwa isi pembahasan tersebut telah disampaikan oleh Collin Marson kepadanya.
Analisis dan Konteks Tambahan
Pertemuan antara pejabat publik dengan perusahaan teknologi global seperti Google, Microsoft, dan Apple dalam rangka pengadaan perangkat pendidikan memang kerap menimbulkan pro dan kontra di masyarakat. Di satu sisi, kerja sama ini diperlukan untuk percepatan transformasi digital di sektor pendidikan. Namun di sisi lain, kekhawatiran mengenai transparansi dan potensi konflik kepentingan harus dijaga ketat.
Dalam konteks ini, penekanan Nadiem pada sifat “terbuka” dan “transparan” serta pencatatan formal oleh berbagai pihak menjadi kunci penting dalam pembuktian di pengadilan. Fakta bahwa pertemuan serupa juga dilakukan dengan kompetitor utama Google (Microsoft dan Apple) menjadi argumen kuat bahwa proses tersebut murni untuk kepentingan eksplorasi opsi terbaik bagi pendidikan di Indonesia, bukan untuk kepentingan satu pihak tertentu.
Pengadaan Chromebook sendiri seringkali menjadi pilihan karena efisiensi biaya dan kemudahan manajemen berbasis cloud, namun tetap memerlukan evaluasi mendalam mengenai kompatibilitas dan kebutuhan teknis di lapangan. Keputusan akhir tentu harus didasarkan pada hasil uji coba dan kesesuaian dengan kurikulum yang berlaku.
Transformasi digital di dunia pendidikan memang bukan perjalanan yang mudah dan seringkali penuh dengan tantangan serta perdebatan. Namun, penting bagi kita untuk selalu mengedepankan fakta dan data yang valid dalam menilai setiap kebijakan. Jangan mudah terjebak pada narasi hitam-putih tanpa melihat konteks yang lebih luas. Mari terus dukung upaya peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia dengan tetap kritis namun konstruktif, karena generasi penerus bangsa adalah aset yang tak ternilai.
Baca juga Berita lainnya di News Page

Saya adalah jurnalis di thecuy.com yang fokus menghadirkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi terpercaya seputar perkembangan dunia finansial, bisnis, teknologi, dan isu-isu terkini yang relevan bagi pembaca Indonesia.
Sebagai jurnalis, saya berkomitmen untuk:
Menyajikan berita yang akurasi dan faktanya terverifikasi.
Menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menjaga integritas jurnalistik.
Menghadirkan laporan mendalam yang memberi perspektif baru bagi pembaca.
Di thecuy.com, saya tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga berupaya menganalisis tren agar pembaca dapat memahami konteks di balik setiap peristiwa.
📌 Bidang Liputan Utama:
Berita Terbaru & ekonomi, keuangan.
Perkembangan teknologi dan inovasi digital.
Tren bisnis dan investasi.
Misi saya adalah membantu pembaca mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
📞 Kontak
Untuk kerja sama media atau wawancara, silakan hubungi melalui halaman Kontak thecuy.com atau email langsung ke admin@thecuy.com.