Nvidia Hingga Amazon Tertarik Tanam Duit di Indonesia

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Menteri Koordinator Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyelenggarakan pertemuan bilateral dengan sejumlah perusahaan teknologi raksasa asal Amerika Serikat di sela-sela penyelenggaraan World Economic Forum (WEF) Annual Meeting 2026 yang berlangsung di Davos, Swiss. Pertemuan yang digelar di area Indonesia Pavilion ini membahas berbagai peluang investasi baru di sektor ekonomi digital Indonesia.

Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono Moegiarso, mengungkapkan bahwa pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari negosiasi tarif dagang antara Indonesia dengan Amerika Serikat. Dalam keterangan resmi pada Minggu (25/1/2026), Susiwijono menyatakan bahwa dialog tersebut fokus pada eksplorasi potensi investasi yang dapat digarap oleh perusahaan-perusahaan digital ternama dunia.

Beberapa perusahaan raksasa teknologi yang menyatakan ketertarikan besar untuk menanamkan modalnya di Indonesia antara lain Nvidia, Amazon Web Service (AWS), Docusign, Crowdstrike, dan Cloudflare. Kehadiran mereka menunjukkan sinyal positif terhadap prospek ekonomi digital di Tanah Air. Turut hadir pula dalam pertemuan tersebut perwakilan dari Nongsa Digital Park, pengelola Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Batam, yang berperan sebagai jembatan dunia usaha Indonesia.

Topik hangat yang mengemuka dalam diskusi mencakup tren global ekonomi digital dan potensi pengembangan investasi di Indonesia, terutama di bidang infrastruktur kritis seperti pusat data (data center), keamanan siber, dan infrastruktur digital pendukung lainnya. Pada kesempatan terpisah, Presiden Prabowo Subianto telah lebih dahulu menghadiri agenda utama WEF 2026 pada Kamis (22/01) untuk menyampaikan pidato khusus (Special Address) di Davos Congress Center. Kehadiran Presiden didampingi sejumlah menteri dari Kabinet Merah Putih, termasuk Airlangga Hartarto, sebagai wujud strategi ekonomi pro-rakyat yang mengedepankan kolaborasi pemerintah dan sektor swasta.

Selain agenda dengan perusahaan AS, Airlangga juga mengadakan pertemuan dengan Menteri Investasi Yordania, Tareq Abu Ghazaleh, serta Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani dan Chief Investment Officer Danantara, Pandu Sjahrir. Pertemuan ini membahas kelanjutan Nota Kesepahaman (MoU) antara Danantara dengan Jordan Investment Fund mengenai peluang investasi strategis di Kerajaan Hashemite Yordania.

Analisis dan Data Terkini

Kecenderungan perusahaan teknologi global seperti Nvidia dan Amazon Web Service memperluas jaringan ke Asia Tenggara, termasuk Indonesia, tidak terlepas dari bonus demografi dan pertumbuhan pengguna internet yang masif. Data terbaru dari berbagai lembaga riset digital pada awal 2026 menunjukkan bahwa ekonomi digital Indonesia diproyeksikan terus tumbuh di atas 10% per tahun, didorong oleh peningkatan adopsi cloud computing dan kebutuhan akan keamanan siber pasca-serangan siber global yang meningkat tajam.

Fokus investasi pada data center menjadi krusial mengingat Indonesia adalah salah satu pengguna internet terbesar di dunia. Namun, tantangan yang perlu diwaspadai adalah ketersediaan energi berkelanjutan untuk operasional data center guna mendukung target Net Zero Emission 2060. Kolaborasi dengan perusahaan seperti AWS dan Cloudflare dapat menjadi solusi jika mereka turut membawa teknologi hijau dalam investasinya.

Sementara itu, perkembangan di sektor keamanan siber (Crowdstrike) juga menjadi perhatian mengingat meningkatnya ancaman digital terhadap infrastruktur kritis nasional. Studi kasus serangan siber terhadap sektor keuangan dan layanan publik di regional Asia-Pasifik sepanjang 2025 menunjukkan urgensi peningkatan kapasitas pertahanan siber, yang sejalan dengan agenda investasi yang dibahas.

Kesimpulan

Melihat antusiasme raksasa teknologi global berinvestasi, Indonesia berada di persimpangan jalan yang tepat untuk memperkuat fondasi ekonomi digitalnya. Ini bukan hanya tentang angka triliunan rupiah, tetapi tentang membangun ekosistem yang mampu menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan daya saing bangsa. Jangan biarkan momentum emas ini berlalu; pemerintah dan sektor swasta harus bergerak cepat mengakselerasi transformasi digital agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia.

Baca Berita dan Informasi Finance lainnya di Finance Page

Tinggalkan Balasan