Polda Jabar Sempat Catat 10 Kantong Jenazah Korban Longsor Cisarua, 6 di Antaranya Berhasil Teridentifikasi

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Kondisi cuaca ekstrem yang melanda wilayah Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, menyebabkan bencana tanah longsor dan meninggalkan duka mendalam. Hingga saat ini, proses evakuasi dan identifikasi korban masih terus berlanjut di tengah tantangan medan yang sulit dan cuaca yang tidak menentu. Berikut adalah perkembangan terkini mengenai penanganan bencana tersebut.

Pihak Kepolisian Daerah Jawa Barat (Polda Jabar) melaporkan adanya sepuluh kantong jenazah yang saat ini berada di pos Disaster Victim Identification (DVI). Dari total tersebut, enam jenazah telah berhasil diidentifikasi secara pasti. Sementara satu kantong jenazah lainnya berisi bagian tubuh korban, dan tiga kantong jenazah lainnya masih dalam proses identifikasi lebih lanjut. Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jabar, Kombes Hendra Rochmawan, menyatakan bahwa tim terus bekerja keras meskipun menghadapi keterbatasan kondisi cuaca yang ekstrem.

Proses identifikasi yang dilakukan oleh tim DVI Polda Jabar dibantu oleh tim SAR gabungan memanfaatkan berbagai metode ilmiah. Beberapa bagian tubuh korban telah memiliki pembanding sidik jari yang cocok dengan data yang dievakuasi. Saat ini, proses verifikasi sedang dilakukan melalui analisis data ante-mortem (data sebelum meninggal) dan post-mortem (data setelah meninggal) untuk memastikan keakuratan identitas korban.

Salah satu bagian tubuh berupa tangan berhasil diidentifikasi dengan cepat karena adanya kecocokan sidik jari. Namun, untuk bagian tubuh lainnya seperti kaki, proses identifikasi memerlukan waktu lebih lama karena harus melalui proses perbandingan data ante-mortem dan post-mortem yang lebih mendalam. Tim di lapangan terus berupaya mempercepat proses ini untuk segera menyerahkan hasilnya kepada pihak keluarga.

Selain fokus pada identifikasi, proses pencarian korban yang dilaporkan hilang juga terus digalakkan. Namun, kondisi cuaca di lokasi kejadian menjadi kendala utama dalam operasi pencarian. Berdasarkan laporan terbaru dari posko pengaduan pada pukul 16.00 WIB, jumlah korban hilang tercatat sebanyak 71 orang. Angka ini menunjukkan bahwa masih banyak keluarga yang menantikan kepastian keberadaan anggota mereka.

Dalam upaya meringankan beban para korban yang terdampak bencana, Polda Jabar turut menyalurkan bantuan logistik. Bantuan ini berupa sembako yang diperlukan sehari-hari serta pendirian dapur lapangan. Fasilitas dapur lapangan tersebut bertujuan untuk memudahkan penyediaan makanan bagi para pengungsi yang saat ini mengungsi di tempat aman.

Melihat situasi yang terjadi, penting bagi kita untuk selalu waspada terhadap perubahan cuaca yang ekstrem. Bencana datang tanpa diduga, namun respons cepat dan kepedulian sesama dapat meringankan beban yang tertimpa. Mari kita terus doakan keselamatan bagi seluruh tim SAR dan korban yang belum ditemukan, serta berikan dukungan moril bagi keluarga yang sedang berduka.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan