Pendapatan Game Mobile Global Capai Rp 1.300 Triliun

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Pasar game mobile global menunjukkan pertumbuhan positif berdasarkan data terbaru dari Sensor Tower. Pendapatan sektor ini mengalami kenaikan tipis dibandingkan tahun 2024, mencapai angka USD 81,75 miliar atau setara dengan Rp 1.376 triliun. Laporan berjudul State of Mobile 2026 ini juga menyoroti lonjakan pengeluaran untuk aplikasi non-game yang melonjak hingga 21 persen. Total dana yang dikeluarkan pengguna untuk kategori non-game tercatat sebesar USD 85,6 miliar, yang jika dikonversi menjadi sekitar Rp 1.440 triliun.

Hingga saat ini, belum ada satu pun game mobile yang berhasil menembus pendapatan USD 1 miliar. Posisi teratas saat ini masih didominasi oleh aplikasi non-game seperti CapCut, WeTV, dan ChatGPT. Berdasarkan data terakhir, ketiga aplikasi tersebut telah meraup pendapatan lebih dari USD 3 miliar, seperti yang dilansir Games Industry pada Jumat, 23 Januari 2026. Secara keseluruhan, terdapat 18 aplikasi yang berhasil meraup pendapatan lebih dari USD 1 miliar sepanjang tahun lalu, dengan pembagian jumlah yang seimbang antara game dan non-game. Sensor Tower mencatat bahwa game Pokémon TCG Pocket berada pada jalur yang tepat untuk melampaui ambang pendapatan tersebut pada tahun 2026.

Jika dilihat berdasarkan genre, game kasual dan mid-core masih menjadi penyumbang pendapatan terbesar. Selain itu, genre hybridcasual juga mengalami peningkatan signifikan dengan pertumbuhan 17,1 persen, naik dari USD 3,5 miliar menjadi USD 4,2 miliar. Genre strategi juga menunjukkan tren positif dengan peningkatan jumlah unduhan di kawasan Asia, Amerika Utara, dan Eropa. Beberapa judul yang menjadi sasaran unduhan gamer adalah Last War: Survival dari Funfly dan Whiteout Survival dari Century Games.

Untuk pendapatan yang berasal dari pembelian di dalam aplikasi, Tencent masih memegang kendali dengan pendapatan hampir mencapai USD 8 miliar, disusul oleh Scoopely dan Century Games. Di sisi lain, Roblox berhasil menguasai 75 persen dari seluruh kunjungan ke situs web penerbit game pada tahun lalu. Sebanyak 90 persen pengunjung mengakses langsung situs tersebut, sementara 5 persen lainnya berasal dari pencarian organik. Laporan State of Mobile 2026 dari Sensor Tower ini merangkum perkiraan jumlah unduhan dan pendapatan dari App Store dan Google Play Store dengan rentang waktu 1 Januari 2024 hingga 31 Desember 2025.

Industri game mobile terus bergerak dinamis dengan perubahan perilaku konsumen yang signifikan. Meskipun game belum mampu menyamai dominasi aplikasi non-game dalam hal pendapatan tertinggi, pertumbuhan konsisten pada genre kasual dan strategi menunjukkan potensi besar di masa depan. Adaptasi terhadap tren hybridcasual dan optimasi platform web menjadi kunci sukses bagi pengembang.

Transformasi digital membuka peluang luas bagi kreator konten untuk berinovasi. Setiap angka yang tercatat dalam laporan ini adalah bukti bahwa pasar masih sangat hidup dan menantang. Pengembang harus terus mempelajari pola interaksi pengguna agar tetap kompetitif di tengah persaingan global.

Baca juga Info Gadget lainnya di Info Gadget terbaru

Tinggalkan Balasan