Jembatan besi yang menghubungkan Desa Lubuk Rukam, Kecamatan Kandis, di Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, roboh. Insiden struktur vital ini memaksa aktivitas warga sekitar, khususnya pelajar, beralih moda transportasi menjadi menyeberang menggunakan perahu untuk sampai ke sekolah mereka.
Dikutip dari detiksumbagsel pada Minggu, 25 Januari 2026, Kepala BPBD Ogan Ilir, Edi Rahmat, menjelaskan bahwa kerusakan jembatan tersebut berdampak signifikan. Mobilitas warga terhenti total, yang kemudian mengganggu roda perekonomian, proses belajar mengajar, serta layanan publik di wilayah tersebut.
“Kami menyiagakan satu unit perahu fiber untuk membantu mobilitas masyarakat. Transportasi air ini diperuntukkan bagi warga yang hendak pergi ke kebun, siswa yang akan bersekolah, serta aktivitas masyarakat lainnya,” ucapnya pada Sabtu, 24 Januari 2026.
Sementara bagi warga yang membawa kendaraan bermotor, pihaknya terpaksa mengalihkan lalu lintas melalui jalur alternatif yang tersedia. “Pengendara yang ingin melintas kami arahkan ke jalan alternatif. Perahu fiber hanya kami siapkan untuk mengangkut orang atau warga yang berjalan kaki,” jelas Edi.
Penggunaan perahu darurat ini rencananya akan berlangsung selama satu pekan ke depan. “Untuk sementara waktu kita operasikan satu unit perahu. Kami akan berjaga di lokasi selama satu minggu, setelahnya akan dievaluasi kembali dan meminta arahan lebih lanjut dari bupati,” katanya menambahkan.
Edi juga mengimbau warga yang menyeberang menggunakan perahu untuk selalu mengenakan pelampung (life jacket) demi menjamin keselamatan dan keamanan selama proses penyeberangan. Kapasitas angkut perahu fiber tersebut diperkirakan mencapai 8 hingga 10 orang per satu kali penyeberangan.
Kondisi geografis Indonesia yang rawan bencana seringkali menghadirkan tantangan tersendiri dalam infrastruktur, namun semangat gotong royong dan inovasi sederhana seringkali menjadi solusi tepat waktu. Ketika jembatan putus, perahu fiber menjadi jembatan penghubung harapan bagi ribuan pelajar yang tetap gigih mengejar ilmu meskipun medan terjal dihadang. Setiap tantangan sebenarnya adalah kesempatan untuk membuktikan ketangguhan, dan generasi muda di Ogan Ilir hari ini menunjukkan bahwa semangat belajar takkan pernah terbendung oleh arus deras atau putusnya akses fisik.
Pemerintah daerah dan masyarakat perlu menjadikan momen ini sebagai evaluasi penting dalam perencanaan infrastruktur jangka panjang. Membangun kembali bukan hanya sekadar mengembalikan fungsi, tetapi meningkatkan ketahanan untuk menghadapi tantangan alam di masa depan. Kolaborasi antara BPBD, dinas terkait, serta partisipasi aktif warga adalah kunci utama dalam menavigasi krisis ini. Dengan dukungan yang tepat, setiap hambatan dapat diubah menjadi lompatan kemajuan, memastikan bahwa pendidikan dan kesejahteraan masyarakat tetap terjaga di tengah gejolak alam.
Baca juga Berita lainnya di News Page

Saya adalah jurnalis di thecuy.com yang fokus menghadirkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi terpercaya seputar perkembangan dunia finansial, bisnis, teknologi, dan isu-isu terkini yang relevan bagi pembaca Indonesia.
Sebagai jurnalis, saya berkomitmen untuk:
Menyajikan berita yang akurasi dan faktanya terverifikasi.
Menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menjaga integritas jurnalistik.
Menghadirkan laporan mendalam yang memberi perspektif baru bagi pembaca.
Di thecuy.com, saya tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga berupaya menganalisis tren agar pembaca dapat memahami konteks di balik setiap peristiwa.
📌 Bidang Liputan Utama:
Berita Terbaru & ekonomi, keuangan.
Perkembangan teknologi dan inovasi digital.
Tren bisnis dan investasi.
Misi saya adalah membantu pembaca mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
📞 Kontak
Untuk kerja sama media atau wawancara, silakan hubungi melalui halaman Kontak thecuy.com atau email langsung ke admin@thecuy.com.