Jejak sebuah foto di Melawai Raya, Jakarta Selatan, justru menimbulkan kebingungan yang cukup ganjil. Ketika saya bertanya kepada beberapa orang, mereka menunjuk ke lokasi yang berbeda-beda tanpa ada yang sepakat pada satu titik pasti. Seorang juru parkir di depan Melawai Plaza yang telah bekerja di sana sejak tahun 1979 mencoba mengingatnya, namun memorinya terputus di tengah jalan. Ia tahu bahwa ada sesuatu di sana dulu, tetapi tak lagi mampu menunjuk di mana tepatnya lokasi tersebut berada.
Gambar itu berasal dari potongan adegan dalam film berjudul ‘Blok M’ yang dirilis pada tahun 1990 dan dibintangi oleh Desy Ratnasari. Potret fiksi tersebut kini justru berubah menjadi arsip ingatan kota, bahkan terasa lebih awet dibandingkan dengan memori yang dimiliki oleh para pelakunya sendiri.
Tak jauh dari Blok M, sekitar setengah jam perjalanan menggunakan MRT menuju arah utara, Jakarta menunjukkan wajah perubahan yang jauh lebih tegas di kawasan Dukuh Atas. Area ini telah menjelma menjadi simpul pergerakan ribuan manusia setiap harinya. LRT, MRT, KRL, Transjakarta, hingga kereta bandara bertemu dalam satu tarikan napas urban yang padat. Sekitar satu dekade lalu, kawasan ini identik dengan kesan becek, kotor, dan sumpek. Kini, terutama sejak Terowongan Kendal disulap menjadi jalur pedestrian modern, ruang tersebut hidup layaknya panggung kota. Seniman berpameran, paduan suara menggema, dan kegiatan UMKM tumbuh berdampingan dengan arus mobilitas yang tinggi.
Perjalanan menyusuri Jalan Thamrin hingga ke muasal Jakarta di kawasan Kota Tua memperlihatkan perubahan yang lebih ‘brutal’ dan sulit dikenali, nyaris terputus dari rupa masa lalu. Salah satunya adalah JPO Sarinah. Jembatan penyeberangan orang pertama di Ibu Kota itu kini melintang di atas jalan yang sempat mati suri akibat pembangunan MRT, kemudian direvitalisasi kembali sebagai ruang kota yang baru.
Di bawah JPO Sarinah itulah adegan film Warkop DKI pernah diambil. Dono, Kasino, dan Indro melaju dari arah Bundaran HI menuju Sarinah, namun terganggu oleh pejalan kaki yang menyeberang sembarangan tanpa menggunakan JPO. Terdapat ironi kecil di sini: puluhan tahun telah berlalu, namun kebiasaan itu tak banyak berubah. Kota berganti rupa, tetapi perilaku manusia tetap setia pada polanya yang lama.
Fragmen-fragmen ringan semacam ini—adegan film, sudut jalan, jembatan, atau terowongan—menjadi bagian penting dari ingatan komunal warga Jakarta. Baik yang berskala kecil maupun yang massif, semuanya menumpuk, diduplikasi, dan diulang dalam rentang waktu yang panjang. Dari era kompeni, budaya pop, hingga konten TikTok hari ini, Jakarta disusun dari potongan puzzle yang terus bertambah, tanpa sepenuhnya menghapus kisah urban yang mendahuluinya.
Upaya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta patut diapresiasi ketika berusaha menyeimbangkan laju ekonomi dengan kontinuitas identitas. Revitalisasi kota dilakukan tanpa selalu merobohkan bangunan lama, melainkan melalui pendekatan adaptive reuse. Narasi menjadi fondasi dalam tata kota terintegrasi—penyatuan ekosistem KRL, MRT, bus, angkutan kota, dan pejalan kaki seperti yang terlihat di Dukuh Atas. Ruang publik nonkomersial pun dapat bersisian dan berkolaborasi dengan denyut transaksi, sebagaimana terlihat di Taman Literasi Blok M.
Namun, pada akhirnya, sustainabilitas sebuah kota tak hanya bergantung pada kebijakan, melainkan berada di tangan warganya. Menjaga masa lalu bukan berarti menolak perubahan, melainkan memastikan nilai historis tetap diingat dan dirawat. Hal ini penting agar tidak terjadi amnesia budaya, sehingga generasi—terutama Gen Z—tidak kehilangan orientasi ruang dan identitasnya.
Perkembangan infrastruktur transportasi masal di Jakarta terus mengalami percepatan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Data terbaru menunjukkan bahwa integrasi antara moda transportasi berbasis rel seperti MRT, LRT, dan KRL telah meningkatkan mobilitas harian hingga 30 persen, terutama di koridor utama seperti Dukuh Atas dan Bundaran HI. Fase kedua pembangunan MRT yang saat ini sedang berjalan diperkirakan akan menjangkau area lebih luas, menghubungkan kawasan pinggiran dengan pusat bisnis. Selain itu, revitalisasi ruang publik seperti Terowongan Kendal dan Taman Literasi Blok M menjadi contoh nyata bagaimana pendekatan adaptive reuse mampu menghidupkan kembali area yang sebelumnya terbengkalai menjadi ruang kreatif yang inklusif. Fenomena ini menunjukkan bahwa kota tidak hanya berubah secara fisik, tetapi juga secara sosial budaya, di mana ruang publik kini menjadi medium penting bagi interaksi sosial dan ekonomi mikro, termasuk UMKM yang mulai memanfaatkan area pedestrian untuk berjualan.
Bayangkan sebuah kota yang mampu menyimpan jejak sejarahnya tanpa mengorbankan kemajuan zaman. Setiap sudut jalan yang kita lalui hari ini mungkin menyimpan cerita dari puluhan tahun silam, menunggu untuk ditemukan kembali. Jangan biarkan memori kolektif kita memudar begitu saja; mulailah melihat sekitar dengan sudut pandang baru, hargai setiap perubahan, dan terlibatlah dalam menjaga keberlanjutan kota yang kita tinggali. Karena kota yang hidup adalah kota yang tidak pernah melupakan akarnya, namun tetap berani tumbuh menuju masa depan.
Baca juga Berita lainnya di News Page

Saya adalah jurnalis di thecuy.com yang fokus menghadirkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi terpercaya seputar perkembangan dunia finansial, bisnis, teknologi, dan isu-isu terkini yang relevan bagi pembaca Indonesia.
Sebagai jurnalis, saya berkomitmen untuk:
Menyajikan berita yang akurasi dan faktanya terverifikasi.
Menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menjaga integritas jurnalistik.
Menghadirkan laporan mendalam yang memberi perspektif baru bagi pembaca.
Di thecuy.com, saya tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga berupaya menganalisis tren agar pembaca dapat memahami konteks di balik setiap peristiwa.
📌 Bidang Liputan Utama:
Berita Terbaru & ekonomi, keuangan.
Perkembangan teknologi dan inovasi digital.
Tren bisnis dan investasi.
Misi saya adalah membantu pembaca mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
📞 Kontak
Untuk kerja sama media atau wawancara, silakan hubungi melalui halaman Kontak thecuy.com atau email langsung ke admin@thecuy.com.