Kolonoskopi adalah prosedur medis untuk memeriksa bagian dalam usus besar dan rektum menggunakan kamera kecil.

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Selebgram Lula Lahfah dilaporkan meninggal di apartemennya pada Jumat, 23 Januari 2026. Penyebab pasti kematian belum diketahui secara resmi, namun sebelum meninggal, Lula sempat membagikan informasi bahwa dirinya menjalani prosedur kolonoskopi. Ungkapan ini terungkap melalui tangkapan layar percakapan yang diunggah temannya di Instagram.

“Usus gw masih bengkak penebalan, terus gw harus colonoscopy,” tulis Lula dalam pesan tersebut, yang dikutip dari Instagram KEANU pada Minggu, 25 Januari 2026.

Mengenal Lebih Dekat Prosedur Kolonoskopi

Spesialis penyakit dalam dr Aru Ariadno, SpPD-KGEH, menjelaskan bahwa kolonoskopi adalah prosedur medis untuk mengamati kondisi usus besar secara langsung. Pemeriksaan ini dapat mendeteksi berbagai kelainan, mulai dari wasir (hemoroid), fisura ani, hingga peradangan usus besar seperti kolitis. Selain itu, kolonoskopi juga efektif untuk mengetahui adanya kanker usus besar atau polip.

“Jadi kolonoskopi itu gunanya adalah melihat kondisi dari usus besar secara langsung dengan alat,” jelas dr Aru kepada Thecuy.com pada Minggu, 25 Januari.

Prosedur ini biasanya direkomendasikan ketika ada kecurigaan terhadap gangguan pada usus besar. Beberapa gejala yang menjadi indikasi antara lain kesulitan buang air besar, rasa tidak tuntas setelah BAB, diare, atau diare kronis yang tak kunjung sembuh. Perubahan bentuk feses juga menjadi tanda yang perlu diwaspadai, seperti tekstur yang berubah menjadi cair, bercampur darah, atau lendir.

“Nah itu kita perlukan tindakan lanjutan dalam bentuk kolonoskopi untuk melihat penyebab dari kelainan-kelainan tersebut. Mungkin saja nanti kita bisa temukan peradangan usus besar, infeksi, dan segala macam,” tambahnya.

Pemahaman Lebih Dalam Tentang Kesehatan Usus

Kolonoskopi seringkali menjadi momok bagi banyak orang karena dianggap prosedur yang tidak nyaman. Namun, perkembangan teknologi medis telah membuat pemeriksaan ini semakin efisien dan minim rasa sakit. Penting untuk dipahami bahwa deteksi dini melalui kolonoskopi dapat menyelamatkan nyawa, terutama dalam mencegah perkembangan kanker usus besar yang seringkali tidak bergejala di tahap awal.

Data riset terbaru menunjukkan bahwa gaya hidup modern, termasuk pola makan rendah serat dan stres, berkontribusi signifikan terhadap peningkatan kasus gangguan pencernaan. Studi terkini juga mengungkap hubungan erat antara kesehatan mikrobioma usus dengan sistem kekebalan tubuh secara keseluruhan. Para ahli menyarankan untuk tidak menunda pemeriksaan jika mengalami gejala yang mengkhawatirkan, karena penanganan dini jauh lebih efektif dibandingkan pengobatan di tahap lanjut.

Studi Kasus: Deteksi Dini yang Menyelamatkan

Seorang pasien berusia 45 tahun di Jakarta divonis menderita kanker usus besar stadium awal setelah menjalani kolonoskopi rutin. Awalnya, ia hanya mengeluhkan rasa tidak nyaman ringan dan perubahan kebiasaan BAB. Berkat deteksi dini melalui kolonoskopi, dokter berhasil mengangkat polip prakanker sebelum berkembang menjadi ganas. Pasien tersebut kini pulih total dan menjadi advokat pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin. Kasus ini membuktikan bahwa tindakan preventif jauh lebih murah dan menyelamatkan dibandingkan penanganan kanker stadium lanjut.

Infografis Visualisasi Prosedur Kolonoskopi

Bayangkan sebuah tabung fleksibel tipis dengan kamera di ujungnya dimasukkan melalui rektum untuk memindai seluruh permukaan usus besar. Gambaran ini ditampilkan secara real-time di layar monitor, memungkinkan dokter melihat detail jaringan hingga ukuran milimeter. Selama prosedur, udara atau karbon dioksida dimasukkan untuk mengembangkan usus dan mempermudah pandangan. Jika ditemukan kelainan seperti polip, dokter dapat langsung mengambil sampel jaringan atau mengangkatnya menggunakan alat khusus yang dimasukkan melalui kanal di dalam kolonoskop. Seluruh proses biasanya memakan waktu 30-60 menit dan dilakukan di bawah sedasi untuk memastikan kenyamanan pasien.

Kesehatan adalah aset berharga yang seringkali diabaikan hingga muncul masalah serius. Jangan biarkan rasa takut atau malu menghalangi langkah pencegahan. Setiap gejala, sekecil apa pun, bisa menjadi sinyal penting dari tubuh yang perlu didengarkan. Ambil langkah proaktif, konsultasikan dengan dokter, dan jadikan pemeriksaan kesehatan sebagai bagian dari rutinitas. Hidup sehat bukan hanya tentang menghindari penyakit, tetapi tentang memberi diri kesempatan terbaik untuk menikmati setiap momen dengan penuh vitalitas.

Baca Berita dan Info Kesehatan lainnya di Seputar Kesehatan Page

Tinggalkan Balasan