Dezi Septiapermana telah dicopot dari posisinya sebagai Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kabupaten Magetan. Pemberhentian ini dilakukan oleh Kejaksaan Agung (Kejagung) pada Senin, 19 Januari 2026, menyusul pemeriksaan yang dijalaninya.
Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, Agus Sahat, membenarkan adanya pergantian pejabat tersebut. Menurutnya, rotasi ini sudah berjalan sebelum isu operasi tangkap tangan (OTT) Wali Kota Madiun oleh KPK mencuat. Agus menyatakan bahwa pengganti Dezi sudah ditunjuk dan mulai bertugas.
Dezi Septiapermana sendiri terbilang baru menjabat sebagai Kajari Magetan. Ia resmi menggantikan pejabat sebelumnya, Yuana Nurshiyam, pada 31 Oktober 2025. Artinya, masa kerja Dezi di posisi tersebut baru berlangsung sekitar tiga bulan sebelum akhirnya dicopot.
Posisi Kajari Magetan kini dipegang oleh Koordinator Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, Farkhan Junaedi, yang ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas (Plt). Farkhan bertugas melanjutkan program kerja yang sebelumnya dijalankan oleh Dezi. Sementara itu, Dezi saat ini sedang berada di lingkungan Kejaksaan Agung untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut terkait statusnya.
Transformasi jabatan di tubuh kejaksaan sering kali menjadi sorotan publik, terutama ketika melibatkan figur yang sedang tersandung masalah hukum. Pergantian kepemimpinan di tingkat kejaksaan negeri bukan sekadar perputaran rotasi biasa, melainkan cerminan dari upaya menjaga marwah institusi penegak hukum. Ketika seorang Kajari dicopot mendadak, hal ini biasanya menjadi sinyal kuat adanya evaluasi internal yang ketat atau respons cepat terhadap isu yang mengganggu citra lembaga.
Dalam konteks ini, keputusan Kejagung menunjukkan komitmen untuk tidak mentolerir tindakan yang dapat menurunkan kepercayaan publik. Meskipun alasan resmi pencopotan belum dijelaskan secara rinci, kecepatan waktu antara pemeriksaan dan pemberhentian menunjukkan adanya urgensi dalam pengambilan keputusan. Publik kini menunggu klarifikasi lebih lanjut mengenai status hukum Dezi Septiapermana agar kejelasan informasi dapat mencegah berbagai spekulasi negatif.
Kasus ini mengingatkan kita bahwa kekuasaan yang dipegang oleh aparat penegak hukum harus diimbangi dengan integritas yang tak tergoyahkan. Setiap keputusan yang diambil di level manapun dalam birokrasi memiliki dampak langsung terhadap keadilan yang dirasakan masyarakat. Oleh karena itu, transparansi dalam proses pemeriksaan dan alasan pergantian pejabat menjadi kunci utama untuk menjaga kepercayaan publik terhadap sistem peradilan di Indonesia.
Baca juga Berita lainnya di News Page

Saya adalah jurnalis di thecuy.com yang fokus menghadirkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi terpercaya seputar perkembangan dunia finansial, bisnis, teknologi, dan isu-isu terkini yang relevan bagi pembaca Indonesia.
Sebagai jurnalis, saya berkomitmen untuk:
Menyajikan berita yang akurasi dan faktanya terverifikasi.
Menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menjaga integritas jurnalistik.
Menghadirkan laporan mendalam yang memberi perspektif baru bagi pembaca.
Di thecuy.com, saya tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga berupaya menganalisis tren agar pembaca dapat memahami konteks di balik setiap peristiwa.
📌 Bidang Liputan Utama:
Berita Terbaru & ekonomi, keuangan.
Perkembangan teknologi dan inovasi digital.
Tren bisnis dan investasi.
Misi saya adalah membantu pembaca mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
📞 Kontak
Untuk kerja sama media atau wawancara, silakan hubungi melalui halaman Kontak thecuy.com atau email langsung ke admin@thecuy.com.