DPRD Tasikmalaya Minta Pemkot Jaga Wibawa di Tengah Masalah Komunikasi Birokrasi Berulang

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

TASIKMALAYA, Thecuy.com — Dalam sepekan terakhir, serangkaian kesalahpahaman komunikasi antara Pemerintah Kota Tasikmalaya dengan berbagai kelompok keagamaan telah menjadi perhatian publik.

Heri Ahmadi, yang menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Kota Tasikmalaya, menilai bahwa masalah ini tidak boleh dipandang sebelah mata. Ia menegaskan bahwa hal tersebut berdampak langsung pada kewibawaan kepala daerah serta kenyamanan warga masyarakat.

Heri menyoroti dua insiden yang terjadi secara beruntun, yaitu permasalahan terkait pengajian Reboan Majelis Taklim Masjid Agung (MTMA) pada Rabu, 21 Januari 2026, serta absennya Wali Kota Tasikmalaya dari acara Pengajian Ahad Muhammadiyah yang diselenggarakan pada Minggu, 18 Januari 2026.

“Ini merupakan kejadian kedua kalinya. Evaluasi terhadap pola komunikasi harus segera dilakukan agar perbaikan bisa dilakukan di masa mendatang,” ungkap Heri kepada Radar pada Kamis, 22 Januari 2026.

Menurut pandangan Heri, permasalahan hubungan antara pemerintah dengan organisasi keagamaan tidak semata-mata menyangkut urusan teknis jadwal atau tata cara undangan.

Ia mengingatkan bahwa dampaknya bisa jauh lebih luas dan berpengaruh pada citra pemerintahan secara keseluruhan.

“Masalah ini menyangkut marwah kepemimpinan daerah. Jangan sampai insiden serupa terulang kembali karena menyangkut kenyamanan berbagai kelompok masyarakat,” tegasnya.

Ia menegaskan bahwa jika kebiasaan buruk dalam komunikasi ini dibiarkan berlarut-larut, konsekuensinya akan menjadi beban bagi roda pemerintahan.

“Akibatnya justru kurang menguntungkan bagi pemerintahan jika kondisi ini terus terjadi,” tambahnya.

Pernyataan Heri ini mencuat di tengah situasi yang sempat membingungkan jamaah Majelis Taklim Masjid Agung (MTMA) Kota Tasikmalaya.

Berembus kabar di grup WhatsApp bahwa agenda pengajian Reboan dipindahkan ke Masjid Besar Cibeureum, dikarenakan adanya peringatan Isra Mi’raj tingkat Kota Tasikmalaya yang rencananya akan dihadiri oleh Wali Kota.

Namun, pengurus MTMA kemudian memberikan penjelasan bahwa pengajian Reboan tetap dilaksanakan di lokasi semula dan tidak ada pemindahan lokasi.

Klarifikasi tersebut dikeluarkan setelah isu tersebut menyebar luas dan memicu berbagai spekulasi di kalangan masyarakat.

Konflik komunikasi ini tidak berhenti di situ. Beberapa hari sebelumnya, kekecewaan juga datang dari pihak Muhammadiyah Kota Tasikmalaya.

Wali Kota Tasikmalaya yang seharusnya menjadi narasumber dalam Pengajian Ahad di Masjid Al Manar tidak kunjung tampak tanpa adanya pemberitahuan resmi sebelumnya.

Undangan kegiatan tersebut telah dikirimkan sejak akhir Desember 2025 dan sempat melalui proses komunikasi awal.

Akan tetapi, setelah surat disposisi diteruskan ke Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra), tidak ada respons atau pemberitahuan mengenai ketidakhadiran tersebut.

Dua kejadian ini, meski berlangsung di lokasi dan forum yang berbeda, menunjukkan akar masalah yang sama: hambatan komunikasi di dalam birokrasi pemerintahan.

Ketidakjelasan informasi yang tersebar di kalangan masyarakat menunjukkan pentingnya transparansi dalam setiap keputusan administrasi. Setiap kebijakan yang mengubah agenda publik harus disampaikan secara langsung dan jelas kepada pihak terkait, agar tidak menimbulkan kegaduhan yang tidak perlu.

Pola hubungan antara pemerintah daerah dengan elemen masyarakat sipil, khususnya organisasi keagamaan, perlu dibangun dengan fondasi saling menghormati. Ketika jadwal harus berubah, mekanisme pemberitahuan yang cepat dan akurat menjadi kunci utama untuk menjaga kepercayaan publik terhadap kinerja pemerintah.

Masyarakat membutuhkan kepastian informasi, terutama terkait dengan kegiatan yang melibatkan tokoh-tokoh penting di daerah. Tanpa adanya koordinasi yang solid antara instansi terkait, potensi miskomunikasi akan selalu mengintai dan menggerogoti kinerja birokrasi yang sudah dibangun.

Pemerintah daerah perlu melakukan audit internal terhadap alur disposisi surat, khususnya terkait undangan kegiatan keagamaan. Sistem yang lebih terbuka dan responsif harus diterapkan agar setiap agenda dapat berjalan lancar tanpa menimbulkan kekecewaan di kalangan organisasi masyarakat.

Komunikasi yang efektif bukan hanya sekadar menyampaikan pesan, tetapi juga memastikan pesan tersebut diterima dan dipahami dengan benar oleh semua pihak. Kesalahan kecil dalam penyampaian informasi bisa berdampak besar terhadap citra pemerintahan di mata publik.

Oleh karena itu, diperlukan komitmen bersama untuk memperbaiki sistem koordinasi agar ke depannya tidak ada lagi kesalahpahaman yang merugikan kedua belah pihak. Sinergi antara pemerintah dan organisasi keagamaan harus terus diperkuat demi terwujudnya masyarakat Tasikmalaya yang harmonis.

Masyarakat harus menjadi mitra kritis yang memberikan masukan konstruktif, sementara pemerintah harus membuka diri dan merespons dengan cepat setiap aspirasi yang disampaikan. Dengan demikian, potensi konflik dapat diminimalisir sejak dini melalui dialog yang konstruktif dan saling percaya.

Ke depannya, diharapkan tidak ada lagi kejadian serupa yang mengganggu kenyamanan beribadah dan berkegiatan masyarakat. Setiap pihak harus belajar dari pengalaman ini untuk membangun tata kelola pemerintahan yang lebih baik dan transparan.

Konsistensi dalam menjaga komunikasi yang baik adalah kunci utama dalam menjaga stabilitas sosial di tengah perbedaan. Jika komunikasi berjalan lancar, maka berbagai perbedaan dapat diselesaikan dengan cara yang bijak tanpa menimbulkan gesekan yang tidak perlu.

Pemerintah dan masyarakat harus berjalan beriringan, saling mengisi dan melengkapi, untuk membangun Kota Tasikmalaya yang lebih maju dan kondusif. Keberhasilan pembangunan tidak hanya dilihat dari infrastruktur, tetapi juga dari kualitas hubungan harmonis antara pemerintah dan rakyatnya.

Mari kita jaga silaturahmi dan komunikasi yang baik sebagai fondasi utama dalam membangun daerah. Karena dengan komunikasi yang jernih, segala permasalahan dapat diselesaikan dengan kepala dingin dan hati yang lapang.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan